Pelalawan

Ketinggian Air Sungai Kampar Tetap Bertahan, Beberapa Desa di Pelalawan Ini Masih Banjir

Ketinggian air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan empat hari terakhir tetap bertahan di angka 3 meter dari batas normal

Ketinggian Air Sungai Kampar Tetap Bertahan, Beberapa Desa di Pelalawan Ini Masih Banjir
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Anak-anak bermain air dan berenang di lokasi banjir di Kabupaten Pelalawan. BPBD melarang warga untuk beraktifitas dan berenang di genangan air karena kuatir menimbulkan korban jiwa. 

Ketinggian Air Sungai Kampar Tetap Bertahan, Beberapa Desa di Pelalawan Ini Masih Banjir

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Ketinggian air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan empat hari terakhir tetap bertahan di angka 3 meter dari batas normal.

Tak ada peningkatan maupun indikasi penurunan dari sebelumnya.

Baca: 10 Foto Mesra Gisella Anastasia dan Gading Marten Mungkin akan Menjadi Kenangan Mereka

Baca: WASPADA! Sistem Ranking Bisa Dimanfaatkan Calo untuk Raup Uang dari Pelamar CPNS 2018

Kondisi ini mengakibatkan banjir yang menggenangi beberapa desa di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar tetap bertahan.

Air yang merendam akses jalan penghubung desa hingga lingkungan perumahan masyarakat tidak kunjung surut dari ketinggian 20 sampai 70 centimeter.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, lokasi yang masih tergenang karena air bertahan, khususnya di desa-desa yang berada di sepanjang bantaran Sungai Kampar.

Seperti Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam, akses jalan Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Seikijang, termasuk Desa Sering Kecamatan Pelalawan.

Baca: Banyak Pelamar Tak Capai Passing Grade, BKPP Rokan Hulu Mengacu ke Permenpan Nomor 61 Tahun 2018

Baca: Putri Tinggalkan Panggung Indonesian Idol Junior 2018, Melly Goeslaw: Kamu Bagus Banget

"Permukaan air di Sungai Kampar masih tetap, mengakibatkan banjir bertahan. Mudah-mudahan ada penurunan kedepan," tutur Hadi Penandio, kepada tribunpelalawan.com, Jumat (23/11/2018).

Selain itu beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Kerinci juga masih terdampak banjir diantaranya Desa Rantau Baru, Desa Kuala Terusan, serta pengmungkiman berada di daerah aliran sungai.

Namun belum ada warga yang mengungsi karena air tidak masuk ke dalam rumah.

Selain itu kebanyakan rumah warga di tepi sungai terbuat dari panggung.

Meski demikian, BPBD tetap meminta warga untuk waspada jika sewaktu-waktu air kembali naik akibat kiriman atau pengaruh pasang rob.

Baca: Nikmati Liburan Penuh Kesan di Resorts World Sentosa Singapore

Baca: Siswa SMA Negeri 1 Tualang Raih Medali Perunggu di Belgia

Aparat setempat diimbau untuk terus mengontrol dan memantau kondisi banji serta segera mengkoordinasikan perkembangan di lapangan.

"Daerah-daerah yang bekas banjir atau yang sudah kering masih tetap aman. Belum ada sungai yang meluap," tandasnya. (*)

Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved