Otomotif

Mengenal Ndra King, Putra Rengat yang Malang-melintang di Dunia Custom Tanah Air dan Internasional

Lebih dari separuh usianya, Yurides Indra atau lebih dikenal Ndra King menghabiskan waktu untuk menghasilkan sepeda motor modifikasi.

Mengenal Ndra King, Putra Rengat yang Malang-melintang di Dunia Custom Tanah Air dan Internasional
Istimewa
Ndra King menaiki motor RCG 545 Chopper, tema One Brotherhood, karyanya sendiri. 

"Kali ini berangkat dengan membawa motor karya saya sendiri kesana. Membanggakan bisa bawa karya kesana," kata dia lagi.

NK sempat bimbang. Karena ia mendapatkan 2 kesempatan dalam waktu bersamaan pada tahun ini. Sebagai pemenang pada ajang Suryanation Motorland, ia juga berhak berangkat akhir November 2019 ini ke Jerman dan akan riding di 5 negara, yakni Amsterdam, Brussel,Colone, Luxemburgh dan Jerman.

"Tapi saya memilih ke Jepang," kata dia.

Menurut dia, membawa karya ke Jepang bisa menunjukan ke pegiat dunia custom seluruh dunia. Apalagi Jepang dianggap lebih heboh pada ajang tahun ini dibanding Jerman.

Saat ini, pihaknya mematangkan persiapan. Motornya disempurnakan dan dipoles sebagian yang masih dianggap kurang. Sedangkan untuk pemberangkatan motor ke Jepang diurus pihak Kustomfest sebagai pemilik program Indonesian Attact.

"Dia yang mengatur semuanya. Motor lebih dahulu berangkat dari saya," kata dia.

Ia menceritakan tentang motor tua yang dimodifnya menjadi sebuah motor layak diacungi jempol. Motor keluaran 1941 itu sebenarnya milik temannya Brigjen Pol RC Gumay, yang kini menjadi ketua HDCI Bogor. "Dia teman yang sudah seperti saudara saya sendiri," kata dia.

Untuk memodifikasi motor itu, ia memang menghabiskan sejumlah uang. Namun ia tidak pernah memperhitungkan jumlah uang yang habis untuk menghasilkan karya yang istimewa. Karena menurutnya, berbicara uang terlebih dahulu bakal membuntukan inspirasi untuk berkarya.

"Jumlah yang dihabiskan tidak terlalu banyaklah menurut saya. Karena apa yang kami kerjakan banyak materialnya yang didapat dari lokalan. Berapa biaya totalnya sampai sekarang saya gak tau, karena mesin UL ini juga mesin tua yang harganya relatif," kat dia.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari pihak sponsor serta dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Tidak hanya itu, pemilik motor Brigjen Pol RC Gumay juga membantunya.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved