Kampar

Jelang Muscab APDESI Kampar, Muncul Wacana Satu Kades Satu Suara

Musyawarah Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kampar akan digelar pada Selasa

Jelang Muscab APDESI Kampar, Muncul Wacana Satu Kades Satu Suara
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Musyawarah Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kampar akan digelar pada Selasa (27/11/2018).

Penggunaan hak suara pada Pemilihan Ketua baru hangat diperbincangkan.

Kepala Desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung, Two Bagus Parito Pohan mewacanakan satu Kepala Desa satu suara.

Baca: Di China, Iphone adalah Ponsel Orang Miskin dan Kurang Berpendidikan, Orang Kaya Justru Pakai HP Ini

Menurut dia, sistem delegasi yakni satu suara satu kecamatan tidak lagi efektif.

"Kita minta one man one food. Satu Kades satu suara," ungkap Bagus, Senin (26/11/2018). Ia mengatakan, Kepala Desa yang hadir dalam Muscab nanti mesti diberi hak konstitusi untuk menentukan Calon Ketua pilihannya.

Dengan memberi hak suara kepada setiap Kades yang hadir, kata dia, mereka bisa menyalurkan haknya sebagai anggota APDESI. Ia menjelaskan, pemungutan suara dengan sistem delegasi per kecamatan hanya akan menimbulkan persoalan baru.

Sebab, suara keterwakilan tidak menjamin kesamaan pilihan tiap Kepala Desa di satu kecamatan. Apalagi Koordinator Kecamatan tidak mengundang Kepala Desa untuk menyatukan persepsi sebelum Muscab.

"Apalagi tiap kecamatan itu, jumlah desanya nggak sama. Kalau pakai sistem kuota, tentu harus pakai hitungan persentase dong. Nggak mungkin, kecamatan dengan jumlah kadesnya lebih banyak, sama hak suaranya dengan yang Kadesnya sedikit," jelas Bagus.

Baca: Jadwal Liga 1 2018. Laga Penentuan Juara bagi PSM Makassar dan Persija Jakarta. Begini Skemanya.

Lebih jauh, Bagus mengatakan, keberadaan Koordinator Kecamatan di struktur pengurus secara teknis hanya untuk mempermudah komunikasi. Korcam tidak memiliki garis intruksi dengan Kades.

"Kalau di struktur, sah-sah saja untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi," ujarnya.

Bagus menambahkan, sistem satu Kades satu suara juga merupakan jalan terbaik untuk mengakhiri dualisme di tubuh APDESI. Meski kedua kubu sudah menyatakan islah.

Sehingga tidak ada lagi klaim kemenangan salah satu kubu jika Ketua DPC baru terpilih nanti. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved