Indragiri Hilir

Banyak Mahasiswa Anak Petani di Inhil Putus Kuliah Akibat Harga Kelapa Terus Anjlok

Harga kelapa yang terus anjlok, tidak sedikit mahasiswa yang harus berhenti kuliah.

Banyak Mahasiswa Anak Petani di Inhil Putus Kuliah Akibat Harga Kelapa Terus Anjlok
Tribunpekanbaru/T.Muhammadfadhli
Masyarakat Inhil sedang beraktivitas di kebun kelapa. Harga kelapa yang belum stabil membuta resah pedagang 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Harga kelapa yang terus anjlok, tidak sedikit mahasiswa yang harus berhenti kuliah.

Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Pemuda Inhil (APMI) Taufik, membeberkan hal tersebut di sela-sela aksi damai perkelapaan di Bundaran Pasar Pagi Jalan M. Boya Tembilahan, Senin (26/11/2018) petang.

Ia menuturkan banyak rekan-rekannya yang terpaksa berhenti kuliah dan pulang kampung karena ketiadaan biaya.

Baca: Manfaat Sikat Gigi dengan Miyak Kelapa, Bagaimana Caranya? Ikuti Langkah Ini

Menurutnya, akibat harga kelapa yang terus anjlok, perekonomian masyarakat khususnya para petani kelapa jadi melemah.

Kesulitan ekonomi membuat anak-anak petani terpaksa pulang ke kampung halaman.

“Benar, ini terjadi real di lapangan. Kedepan kami akan memperhatikan apa tindakan pemerintah pusat terhadap aksi serentak ini," ujar Taufik kepada Tribuntembilahan.com disela menggelar 

Mengenai pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) oleh Pemkab Inhil ini, Taufik menilai upaya yang diambil oleh Pemda sudah sangat tepat, karena dengan adanya BumDes masyarakat tidak lagi menjual kelapa secara utuh (mentah) dan bisa mengolahnya menjadi lebih bernilai tinggi.

Aksi damai terkait anjloknya harga kelapa massa APMI di Bundaran Pasar Pagi Jalan M. Boya Tembilahan, Senin (26/11/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.
Aksi damai terkait anjloknya harga kelapa massa APMI di Bundaran Pasar Pagi Jalan M. Boya Tembilahan, Senin (26/11/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. (Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli)

“Optimis, sangat tepat, solusi terbaiklah. Karena kita akan mengolah dalam bentuk turunan kelapa. Untuk pemasaran kita sudah punya jaringanlah bahkan ekspor,” ungkap pemuda yang juga anak petani asal Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka ini.

Untuk diketahui, Massa dari APMI menggelar aksi damai perkelapaan di Bundaran Pasar Pagi Jalan M. Boya Tembilahan, Senin (26/11/2018) petang.

Dengan membakar ban bekas, aksi teatrikal dipertontonkan mahasiswa dengan membawa peralatan pertanian seperti parang, cangkul dan berbusana layaknya petani sambil menyampaikan orasi.

Baca: Kebakaran di Pasar Pagi Arengka, Saksi: Api Cepat Menyebar Bang, 15 Menit Langsung Menjalar

Hal ini tentu saja menjadi tontonan warga sekitar maupun pengendara yang melintas ini mendapat pengawalan ketat dari Polres Inhil.

Dalam aksinya ini, APMI yang terdiri dari berbagai mahasiswa di Tembilahan ini menuntut Pemerintah Pusat untuk mengambil kebijakan terkait harga kelapa yang tidak stabil dan cenderung anjlok.

Setelah puas menggelar aksi dengan berorasi dan aksi teatrikan, puluhan massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan membersihkan sisa bakaran ban serta membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB. (*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved