Pelalawan

Masa Pengerjaan Berakhir 19 Desember, Bobot Proyek Rehab Gedung DPRD Pelalawan Belum 40 Persen

Namun persentase pekerjaan masih sangat rendah. Berdasarkan perhitungan Dinas PUPR bobot pekerjaan belum sampai 40 persen dari total pekerjaan.

Masa Pengerjaan Berakhir 19 Desember, Bobot Proyek Rehab Gedung DPRD Pelalawan Belum 40 Persen
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Proses pengerjaan proyek rehab gedung DPRD Pelalawan dinilai lamban. Bobot pekerjaan masih 30 persen lebih padahal masa kontrak kurang dari satu bulan lagi. 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Masa pengerjaan proyek rehab gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan kurang dari satu bulan lagi. Namun persentase pekerjaan masih sangat rendah.

Pantauan tribunpelalawan.com di lokasi, proses pengecatan bagian luar gedung masih berjalan. Beberapa pekerja sibuk memoles dinding yang sebelumnya warna kuning pudar menjadi cokelat. Peranca besi atau skapolding masih berdiri tegak mengelilingi gedung utama yang jadi objek pengerjaan.

Baca: Sempat Dikira Korban Mutilasi, Tangan Mahasiswa di Makassar ini Putus Ditebas Pelaku Begal

Proses penggantian atap juga belum tuntas dan masih sekitaran sisi kanan bangunan, sedangkan sisi lain belum tersentuh. Demikian juga dengan interior di lantai II dan III masih tahap pengerjaan. Mulai dari pemasangan keramik, pembongkaran dinding, hingga item-item lainnya.

Menurut Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan, Thomas, proses pengerjaan masih dilakukan oleh kontraktor dari PT Kemuning Yona Pratama. Setelah dinas PUPR memberikan surat teguran sebanyak dua kali bulan lalu. Pihaknya memberikan waktu kepada pemborong untuk bekerja sesuai dengan evaluasi pada surat tersebut.

"Sekarang masih berjalan. Kontraktor tetap bekerja. Sudah dua kali kita tegur. Kalau teguran ketiga nanti, menjelang masa kontrak berakhir," papar Thomas kepada tribunpelalawan.com, Selasa (27/11/2018).

Berdasarkan perhitungan Dinas PUPR bobot pekerjaan belum sampai 40 persen dari total pekerjaan. Padahal masa pekerjaan proyek rehab senilai Rp 3,2 Miliar lebih itu akan berakhir pada 19 Desember mendatang sesuai dengan kontrak kerja yang sudah diteken di awal.

"Kalau lewat tanggal 19 Desember akan diputus kontrak. Artinya teguran ketiga akan kita kirimkan menjelang masa pekerjaan berakhir," tukasnya.

Baca: BREAKING NEWS: Rekannya Ditahan, Puluhan Dokter Ramaikan Kejari Pekanbaru

Ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan, Baharuddin menjamin pekerjaan rehab gedung dewan itu tidak akan selesai sampai habis masa kontrak. Melihat bobot pekerjaan yang baru 30 persen lebih, sedangkan waktu yang dimiliki kontraktor tak sampai sebulan lagi.

"Proyek ini pasti tak selesai. Sudah masuk dalam daftar proyek yang tak selesai di tahun 2018 ini oleh Dinas PU," tukasnya.

Pengerjaan yang lamban diakibatkan oleh pemborong yang kurang profesional melaksanakan tanggungjawabnya. Sejak awal dewan sudah mewanti-wanti proyek tersebut lantaran berkaitan langsung dengan tugas-tugas para wakil rakyat.

Hanya saja, Baharuddin mengharapkan kontraktor bisa mendahulukan item-item yang paling penting pada sisa masa kontrak ini. Sehingga jika kontrak berakhir, proyek mangkrak itu tak terlalu merugikan pemerintah daerah, termasuk menghambat tugas-tugas anggota dewan. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved