Indragiri Hulu

Hari Guru Nasional, Pemerataan dan Pendistribusian Guru Masih Menjadi Masalah di Inhil

Pemerataan dan pendistribusian guru sepertinya memang menjadi hal yang harus di perhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Hari Guru Nasional, Pemerataan dan Pendistribusian Guru Masih Menjadi Masalah di Inhil
Istimewa
Wabup Kabupaten Inhil menjadi pembina upacara dalam apel gabungan peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 73 dan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 47 di lapangan Gajah Mada Tembilahan, Kamis (29/11/2018). Bagian Humas Setda Inhil. 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Pemerataan dan pendistribusian guru sepertinya memang menjadi hal yang harus di perhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk meningkatkan mutu pendidikan hingga pelosok daerah.

Memiliki geografis yang cukup luas yang dibagi menjadi wilayah perairan dan daratan, membuat pendistribusian guru selalu menjadi hal klasik yang tidak kunjung selesai di Kabupaten Inhil.

Kurangnya pendistribusian guru juga diperparah dengan tidak sebandingnya intensif yang di dapatkan guru di daerah terpencil, terkuar dan terisolir (3T) tersebut.

Baca: Daftar 209 Instansi yang Siap Umumkan Hasil SKD CPNS 2018, Termasuk Riau dan Sumbar

Ketua PGRI Kabupaten Inhil, Yaswar Aprilian menuturkan, sampai hari ini di beberapa daerah masih banyak ditemui hanya ada Kepala sekolah dan satu guru, bahkan terdapat juga hanya ada satu Kepala Sekolah yang merangkap semua pekerjaan di sekolah.

“Sementara jumlah siswanya ada beberapa kelas. Sehingga kalau kita berbicara bagaimana mutu pendidikan, itu sangat sulit sekali,” ujar Yaswar kepada Tribun Pekanbaru usai mengikuti Apel HUT PGRI ke 73 dan Hari Guru Nasional di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Kamis (29/11/2018).

Oleh karena itu, Yaswar berharap Pemerintah baik pusat maupun daerah memperhatikan hal pemerataan guru ini untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Kalau memang memungkinkan, Yaswar juga berharap ada intensif lain dari Pemerintah Daerah yang diterima guru di daerah 3T, baik itu guru PNS maupun honorer.

“Iya itu harapan saya, seperti itu biar ada motivasi lebih. Kemarin ada (intensif) 100 ribu perbulan, karena tugas mereka di sana berat agar ditambahkan lagi. Memang sampai saat ini belum mungkin berkaitan dengan anggaran tersedia, kedepan intensif bertambah lah,” harap Yaswar.

Baca: Suami Istri Ketahuan Konsumsi Sabu-sabu, Pengakuannya Menggelikan: Biar Tahan Lama!

Sementara itu, untuk tingkat kesejahteraan guru – guru saat ini, Yaswar menilai sudah mulai membaik dari sebelumnya.

“Jadi kalau kita kategorikan, kalau indikasi tingkat kesejahteraan, alhamdulillah untuk guru PNS dan honor yang sudah sertifikasi mulai meningkat,” ungkap Yaswar.

Namun untuk guru kontrak atau guru tetap yayasan, menurutnya, masih perlu perhatian untuk tingkat kesejahteraannya.

“Itu memang ada perbedaan dari tingkat kesejahteraannya, terutama dari honor dan intensif yang diterima,” pungkas Yaswar. (*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved