Pelalawan

Mengidap Penyakit Kronis, Terdakwa Tipikor PTT Diskes Abdul Wahab Meninggal Dunia

Terdakwa Abdul Wahab meninggal lantaran mengidap penyakit kronis selama menjalani masa tahanan.

Mengidap Penyakit Kronis, Terdakwa Tipikor PTT Diskes Abdul Wahab Meninggal Dunia
TribunPekanbaru/Johanes
Abdul Wahab (rompi putih) saat hendak ditahan Kejari Pelalawam beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Terdakwa kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) peneriman Pegawai Tidak Tetap (PTT) Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan, Abdul Wahab, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (29/11/2018) lalu.

Terdakwa Abdul Wahab meninggal lantaran mengidap penyakit kronis selama menjalani masa tahanan. Almarhum menderita penyakit kanker lidah yang sudah menjalar hingga ke seluruh bagian mulut serta kerongkongan.

"Informasi yang kita dapat beliau meninggal jam 10.00 wib kemarin. Kalau lokasinya masih akan kita konfirmasi ke keluarga, apakah di rumah atau di rumah sakit," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Efendi Zarkasy, kepada tribunpelalawan.com, Jumat (30/11/2018).

Dikatakannya, penyakit kronis yang diidap mantan Kasubag Tata Usaha dan Kepegawaian Disdkes Pelalawan itu sudah stadium 4.

Penyakit itu muncul dan baru diketahui ketika menjalani masa tahanan, setelah Abdul Wahab ditahan Kejari Pelalawan beberapa waktu lalu.

Baca: Julia Fitri Kembali Dihukum Kasus Tipikor Peneriman PTT Diskes Pelalawan, Vonis 4 Tahun Penjara

Baca: Sebulan Pascapenahanan Abdul Wahab, Begini Perkembangan Kasus Tipikor PTT Diskes Pelalawan

Baca: Sidang Perdana Praperadilan Tersangka Tipikor Penerimaan PTT Diskes, Begini Isi Permohonannya

Dijelaskannya, perkara yang menjerat mantan Sekretaris Kecamatan Teluk Meranti itu sudah dilimpahkan ke Pegadilan Tipikor Pekanbaru untuk disidangkan.

Hanya saja lantaran kondisinya sangat memprihatinkan, hakim memutuskan untuk menunda pemeriksaan terdakwa sampai dinyatakan sembuh.

Jaksa juga sempat menghadirkan dokter ahli yang menangani Abdul Wahab ke persidangan untuk menjelaskan kondisi kesehatan almarhum.

"Karena almarhum sudah tidak bisa berbicara lagi akibat penyakit itu. Makanya hakim mengambil keputusan tersebut," tambah Kasipidsus Zarkasy.

Ia menceritakan, awal menjalani penahanan luka-luka di bagian mulut terdakwa muncul dan dikira hanya sariawan biasa. Namun semakin lama luka tersebut bertambah parah. Pihak keluarga beserta jaksa membawa Abdul Wahab ke dokter spesialis dan oleh dokter ia divonis mengidap penyakit mematikan tersebut.

"Kita juga turut berduka cita dan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," tandas Zarkasy.

Penulis: johanes
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved