Bengkalis

Kuat Dugaan 8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis TKI Ilegal dari Malaysia

Kuat dugaan 8 mayat mengapung di perairan Bengkalis adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang pulang dari Malaysia

Kuat Dugaan 8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis TKI Ilegal dari Malaysia
Tribun Pekanbaru/istimewa
MISTERI 8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis, Polres Bengkalis Koordinasi dengan Polisi Malaysia. Kuat Dugaan 8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis TKI Ilegal dari Malaysia. 

Kuat Dugaan Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis'>8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis TKI Ilegal dari Malaysia

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Muhammad Natsir

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kuat dugaan 8 mayat mengapung di perairan Bengkalis adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang pulang dari Malaysia, karena perairan Bengkalis sering digunakan untuk penyeberangan TKI ilegal.

Atas kondisi itu pula, Polres Bengkalis melakukan koordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia.

Baca: MISTERI 8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis, Polres Bengkalis Koordinasi dengan Polisi Malaysia

Baca: Satu Mayat dari 8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis Bernama Ujang Chaniago dari Sumatera Barat

Dari keterangan warga, 8 mayat mengapung yang ditemukan di perairan Bengkalis kuat dugaan merupakan korban kapal TKI ilegal yang tenggelam saat berlayar dari Malaysia ke Bengkalis.

Kuat Dugaan 8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis TKI Ilegal dari Malaysia
Kuat Dugaan 8 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis TKI Ilegal dari Malaysia (Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir)

Pasalnya, lintasan ini sering digunakan oleh penyeludup untuk mengantar TKI ilegal dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya.

Lintasan yang sering digunakan antara Rupat dengan Batu Pahat.

Pelintasan ini merupakan lintasan terdekat yang bisa dilintasi dalam waktu lebih kurang satu jam.

Seperti diungkap Kades Pampang Pesisir, Pasla, dalam tiga hari ini desanya dihebohkan dengan penemuan mayat.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved