Dumai

KISAH Sedih TKI Ilegal di Malaysia, Alami Kejadian yang Memilukan

Kisah sedih Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia, alami kejadian yang memilukan, dari hardikan hingga dicambuk

KISAH Sedih TKI Ilegal di Malaysia, Alami Kejadian yang Memilukan
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Puluhan TKI ilegal kini berada di P4TKI Dumai. Imigrasi Malaysia memulangkan 42 TKI bermasalah melalui Pelindo Dumai, Kamis (16/8/2018). KISAH Sedih TKI Ilegal di Malaysia, Alami Kejadian yang Memilukan 

KISAH Sedih TKI Ilegal di Malaysia, Alami Kejadian yang Memilukan

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan

PEKANBARU, TRIBUNPEKANBARU.COM - Kisah sedih Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia, alami kejadian yang memilukan, dari hardikan hingga dicambuk.

Kisah itu dikisahkan dua orang TKI Ilagal di Malaysia yang sempat diwawancarai Tribunpekanbaru.com.

Baca: KISAH Wanita Cantik Asal Pekanbaru jadi Selebgram, Ada yang Maksa Membayar

Baca: Lurah di Pekanbaru Terciduk dalam OTT Saber Pungli akan Diganti

Muhammad Amrizal tak pernah tahu nasibnya yang malang setelah dideportasi oleh Malaysia beberapa waktu lalu.

TKI asal Tapak Tuan Aceh Selatan ini mengaku, sudah bekerja di Malaysia selama setahun belakangan.

Lelaki berkulit gelap ini memutuskan untuk mencari peruntungan di Negeri Jiran setelah melihat kemungkinannya untuk mendapatkan pekerjaan di kampungnya di Labuhan Haji Timur Tapak Tuan, Aceh Selatan sangatlah kecil. 

Sejumlah TKI ilegal masih menanti jadwal kepulangan ke daerah asalnya di Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Dumai Wilayah Kerja BP3TKI Pekanbaru, Jalan Pauh Jaya, Kota Dumai. KISAH Sedih TKI Ilegal di Malaysia, Alami Kejadian yang Memilukan
Sejumlah TKI ilegal masih menanti jadwal kepulangan ke daerah asalnya di Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Dumai Wilayah Kerja BP3TKI Pekanbaru, Jalan Pauh Jaya, Kota Dumai. KISAH Sedih TKI Ilegal di Malaysia, Alami Kejadian yang Memilukan (Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang)

Dia mengaku, banyak diantara orang-orang seumurannya kemudian mencari kerja di negeri seberang dengan profesi apapun untuk memperpanjang kehidupan.

Maklum, di kampungnya Muhammad Amrizal, sekedar tamat SMA saja tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang layak.

“Saya sudah setahun belakangan bekerja di Kuala Lumpur Malaysia sebagai pelayan di sebuah restoran Melayu disana. Upahnya lumayan, jika di rupiahkan, saya masih bisa menabung dan mengirimkan sedikit ke kampung,” katanya saat di wawancarai Tribunpekanbaru.com di Sekretariat BNP2TKI Dumai.

Baca: WOW! Warga Indragiri Hilir Miliki Senjata dan 627 Butir Pil Ekstasi serta 400 Gram Sabu-sabu

Baca: SEDANG BERLANGSUNG, Video Streaming Arsenal Vs Tottenham Hotspur, Live BeinSport 1

Halaman
1234
Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved