Pekanbaru

Sudah Hasilkan 800 Alumni, Pendidikan Khusus Profesi Advokat Kembali Digelar di Unilak

Dekan fakultas Hukum Unilak Dr Iriansyah SH MH membuka pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) angkatan 16

Sudah Hasilkan 800 Alumni, Pendidikan Khusus Profesi Advokat Kembali Digelar di Unilak
Istimewa
Pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) angkatan 16 digelar di Unilak Sabtu (1/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU, PEKANBARU - Dekan fakultas Hukum Unilak Dr Iriansyah SH MH membuka pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) angkatan 16, Sabtu (1/12/2018).

PKPA angkatan 16 yang bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Fakultas Hukum Unilak tersebut diikuti oleh 39 orang peserta.

Hadir dalam pembukaan pendidikan advokat ini ketua panitia Dr Fahmi SH MH, ketua DPC Peradi Pekanbaru Yusri Sabri SH MH.

Baca: Peringati Hari AIDS, Mahasiswa STIKES Hangtuah Sebar Ratusan Pita Merah di CFD

Ketua panitia yang juga Wakil Dekan III Fakultas Hukum unilak, Dr Fahmi SH MH mengatakan, sampai saat ini sudah 800 alumni PKPA yang diadakan Fakultas Hukum Unilak.

Untuk pendidikan PKPA angkatan 16 akan berlangsung selama bulan Desember.

Untuk tenaga pengajar dari instansi penegakan hukum, ketua pengadilan agama, hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), pengadilan negri, Polresta, advokat senior, dari Peradi, dosen Fakultas Hukum Unilak, dan sejumlah guru besar.

"Kami berharap bahwa pendidikan khusus profesi advokat bisa jalan dan lancar dapat menimba ilmu dan saat ujian advokat bisa lulus semua nya" ujar Fahmi.

Dalam sambutannya, Ketua Peradi Pekanbaru Yusri Sabri SH MH kepada peserta menyebutkan bahwa PKPA adalah amanat dari UU Advokat, dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme, meningkatkan keahlian, meningkatkan Ilmu pengetahuan, intelektual dan meningkatkan mental.

"Setelah melaksanakan PKPA maka dilanjutkan dengan program magang selama dua tahun dengan ketentuan calon advokat yang akan magang harus kepada advokat yang telah berpraktek minimal selama tuhuh tahun. Jadi calon advokat dalam menjalankan pendidikan magang untuk tidak memilih tempat magang di sembarang tempat, magang juga bisa dilakukan di lembaga bantuan hukum yang terakreditasi di Kemenkumham" ujar Yusri.

Baca: Inilah Pidato Anies Baswedan di Reuni Akbar 212, Keringat Menetes di Dahi Saat Menuju Panggung Utama

Sementara itu dekan fakultas hukum Unilak DR Iriansyah saat membuka PKPA menyebutkan bahwa advokat adalah profesi yang mulia, di tahun 2018 ini adalah PKPA yang ke 4, dan kerjasama dengan DPN Peradi telah berlangsung selama 3 tahun yang terlaksana dengan baik, ini dibuktikan dengan alumni PKPA yang telah sampai 800 orang

"Saya berharap ke depannya dicari waktu yang baik untuk mengundang para alumni PKPA yang telah menjadi advokat untuk dapat hadir dan saling bersilaturahmi, berbagi ilmu, dan ini sangat bermanfaat bagi Fakultas Hukum Unilak, dan berharap kerjasama dengan Peradi dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan," kata Iriansyah.

Adanya PKPA ini disambut baik oleh para peserta, menurut seorang peserta yang mengikuti pendidikan PKPA bernama M Ridwan, ia mengikuti PKPA karena advokat ini profesi yang mulai dan membutuhkan keahlian di bidang banyak ilmu, rajin membaca, dan memerlukan kepintaran berpikir dan mental. (*)

Penulis: TheoRizky
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved