Dumai

1.1 Juta Kwh Energi Listrik di Dumai Hilang Akibat Penggunaan Ilegal

Manager PLN UP3 Dumai Suharno menjelaskan, kategori yang perlu ditertibkan oleh petugas P2TL adalah pada pemakaian ilegal.

1.1 Juta Kwh Energi Listrik di Dumai Hilang Akibat Penggunaan Ilegal
tribunpekanbaru/syahrul
Suasana briefing pagi petugas P2TL di Kantor PLN UP3 Dumai oleh Manager Transaksi Energi UP3 Pekanbaru Muchsis. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelayanan (UP3) Dumai mendapatkan kunjungan dari Manager Transaksi Energi UP3 Pekanbaru Muchsis pada Kamis (6/12/2018).

Kunjungan dilakukan untuk mendukung tugas P2TL oleh PLN kepada masyarakat dalam rangka penggunaan listrik bijak dan hemat.

Disampaikan oleh Muchsis, banyak penggunaan listrik yang dilakukan secara tidak sah atau ilegal.

Hal ini kemudian berdampak pada masyarakat luas sebagai pengguna.

"Misalnya, potensi kebakaran menjadi lebih tinggi akibat pengginaan listrik ilegal yang tidak sesuai ketentuan," ungkap Muchsis.

Muchsis mengatakan, pihaknya masih melihat penggunaan listrik di luar dengan penyambungan listrik di luar alat pembatas dan pengukur masih terjadi.

Baca: PLN UP3 Pekanbaru Jamin Pasokan Listrik Jelang Tahun Baru 2019 Aman, Sebut Listrik Riau Surplus

Baca: Mobil Listrik Blits Tiba di Padang, Jalur Sumatera Jadi Ajang Uji Ketahanan Baterai dan Tenaga Mobil

Hal ini, secara tidak langsung juga mengganggu program pemerintah Dumai sebagai kawasan tertib ukur energi listrik.

Muchsis yang sempat memberikan pengarahan pada briefing tenaga P2TL memaparkan, agar petugas bekerja secara profesional sesuai tupoksi yang berlaku.

"Kita menghimbau, agar petugas P2TL bekerja secara profesional dalam menjalankan fungsi P2TL demi kebaikan pada masyarakat luas di Dumai dan sekitarnya," imbaunya.

Terpisah, Manager PLN UP3 Dumai Suharno menjelaskan, kategori yang perlu ditertibkan oleh petugas P2TL adalah pada pemakaian ilegal.

"Penggunaan listrik adalah satu hal yang tidak kelihatan. Makanya, proses kerjanya adalah dengan melakukan pengecekan ke rumah-rumah," sebutnya.

Saat ini, jumlah petugas P2TL di UP3 Dumai berjumlah sekitar 50 orang dengan target kehilangan energi akibat penggunaan listrik tidak tertib sebesar 1.100.000 Kwh.

Baca: 4 Rumah di Jalan Pepaya Gang Pepaya Pekanbaru Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

"Kalau mau dikaji, kan sebenarnya tidak semuanya karena tidak tertib. Tapi, secara teknis memang ada kebocoran energi yang itu kita duga akibat penggunaan ilegal," papar Suharno.

"Diperkirakan, terdapat 10 persen energi yang hilang jika diperkirakan dalam bentuk persentase," pungkasnya. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved