Dumai

Demonstran Minta Kadisdik Dumai Dicopot dari Jabatannya, Sebabnya Terkait Mobil Dinas

Demonstran minta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Dumai dicopot dari jabatannya, sebabnya karena menyalahgunakan pemakaian mobil dinas

Demonstran Minta Kadisdik Dumai Dicopot dari Jabatannya, Sebabnya Terkait Mobil Dinas
Tribun Pekanbaru/Syahrul Rahmadhan
Demonstran Minta Kadisdik Dumai Dicopot dari Jabatannya, Sebabnya Terkait Mobil Dinas 

Demonstran Minta Kadisdik Dumai Dicopot dari Jabatannya, Sebabnya Terkait Mobil Dinas

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan.

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Demonstran minta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Dumai dicopot dari jabatannya, sebabnya karena menyalahgunakan pemakaian mobil dinas.

Demonstran berasal dari mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (Gempa), dan menggelar demosntrasi di depan kantor Disdik Dumai pada Rabu (5/12/2018).

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi Selebgram, Ada yang DM Mau Booking

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Pegiat HIV AIDS Hanisa, Ini Pesannya untuk Anak Muda

Rombongan mahasiswa tersebut menuntut agar Kadisdikbud Dumai Syaari dicopot atas dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi

Sayang, aksi yang berlangsung hingga menjelang siang itu tidak berhasil mendapatkan perhatian dari Kadisdikbud Dumai.

Massa mahasiswa kemudian memanas dan sempat mendesak dengan saling dorong kearah aparat.

Beruntunh, Kasat Sabhara Polres Dumai AKP Maryanta berhasil menenangkan massa mahasiswa yang marah.

Koordinator Gempa Ansor mengatakan, salah satu tuntutannya adalah, massa meminta pihak berwajib untuk mengusus dan menuntaskan masalah adanya dugaan penyelewengan kebijakan oleh Kadisdikbud Dumai untuk kepentingan pribadi.

Baca: Gempita Toyota Digelar Empat Hari di Mal SKA, Tawarkan Berbagai Diskon Hari Ini dan Promo Menarik

Baca: Daftar Ulang Peserta SKB Berbasis CAT CPNS 2018 di Pemkab Inhu Ditutup, Satu Orang Tidak Daftar

"Kami mendesak kepada Pemko Dumai agar dapat menjalankan aturan dan regulasi kepegawaian sesuai perundangan yang berlaku," ujar Ansor.

Ditambahkannya, massa juga meminta kepada Walikota Dumai untuk segera mencopot Kadisdik atas dugaan penyelewengan tersebut.

"Jika dalam 3x24 jam tak ditindaklanjuti, kami akan kembali menggelar aksi di Kantor Walikota dan BKPP Dumai dengan jumlah massa yang lebih besar," sebutnya.

Tak lama setelah pembacaab tuntutan aksi, massa diminta untuk bertemu pihak dinas di ruangan Sekretaris Dinas Dikbud.

Massa yang awalnya sudah masuk kemudian memilih melakukan walk out karena tetap tak bisa Kadisdikbud Dumai. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved