Berita Riau

Penanganan Korupsi Tahun 2018 di Riau, Rp 16 Milyar Uang Negara Diselamatkan

Khusus untuk penanganan korupsi disebutkan Uung, penyelamatan uang negara mencapai Rp 16.112.736.736,-.

Penanganan Korupsi Tahun 2018 di Riau, Rp 16 Milyar Uang Negara Diselamatkan
tribunpekanbaru/rizkyarmanda
Kajati Riau Uung Abdul Syakur 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Kepala Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Uung Abdul Syakur menyatakan, kinerja Kejaksaan se-wilayah Riau pada tahun 2018 ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Bahkan katanya, pencapaian yang diraih Koprs Adhyaksa itu melebihi target yang telah ditetapkan.

Khusus untuk penanganan korupsi disebutkan Uung, penyelamatan uang negara mencapai Rp 16.112.736.736,-.

Dibanding tahun lalu kata Uung, ada peningkatan.

Namun berapa kenaikannya, belum dirincikan.

“Semaksimal mungkin dilakukan (penyelamatan uang negara). Karena korupsi sebetulnya orientasi kita penyelamatan keuangan negara,” sebut dia usai kegiatan Rakerda Kejati Riau di Gedung Daerah Riau, Kamis (6/12/2018).

Baca: KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih Bengkalis

Baca: Sekda Dumai yang Ditahan KPK Sering ke Pekanbaru Saat Akhir Pekan, Inilah Rumah yang Dituju

Baca: Pasca Penahanan Sekda Dumai oleh KPK, Kondisi Ruang Kerjanya Sepi Tanpa Aktiftas

Lanjut Uung, dari hasil Raker Kejaksaan se-Indonesia di Bali beberapa waktu lalu, ada sejumlah hal yang mesti dilakukan.

“Raker di Bali, pimpinan Kejaksaan berniat untuk 2019, mulai diterapkan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Segera disiapkan ke arah sana. Untuk di Riau juga sudah saya sampaikan ke jajaran,” paparnya.

Namun diterangkan Uung, ada sejumlah tantangan tersendiri dalam penerapannya.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved