Berita Riau

VIDEO: Harga Kelapa Rendah, Puluhan Mahasiswa Asal Inhil Demo di DPRD Riau

Kedatangan anak-anak petani kelapa ini terkait dengan rendahnya harga jual kelapa yang membuat perekonomian mereka semakin terjepit.

Laporan videografer tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Puluhan mahasiswa yang merupakan anak petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir yang tergabung dalam Forum Gerakan Pemuda Mahasiswa Indragiri Hilir Pekanbaru melakukan aksi demi di depan Gedung DPRD Riau, Jalan Jendral Sudirman, Rabu (5/12/2018).

Kedatangan anak-anak petani kelapa ini terkait dengan rendahnya harga jual kelapa yang membuat perekonomian mereka semakin terjepit.

"Kita bisa sekolah, bisa kuliah karena kelapa, kami anak petani kelapa inilah yang kami suarakan dan perjuangan," teriak para mahasiswa.

Baca: VIDEO: 10 Mayat Ditemukan Mengapung di Perairan Riau, Begini Penjelasan Polda Riau

Mereka menyebut sejumlah masyarakat Kabupaten Inhil menggantungkan kehidupan dari hasil berkebun kelapa.

" Dari kelapa inilah yang menggerakan ekonomi kami. Sekarang bagaimana dengan turunnya kelapa, orangtua kami sudah tak mampu lagi menyekolahkan anak-anaknya. Permintaan kami hanya satu, naikan harga kelapa," pinta Koordinator Aksi, Asrul Asyari saat menyampaikan orasi.

Ada tujuh poin tuntutan massa aksi dalam kesempatan tersebut. Pertama meminta pemerintah menikan harga kelapa, mendesak pemerintah untuk membuat standarisasi harga kelapa Rp 3.000 dengan membentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang harga kelapa.

Baca: VIDEO: Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Desember 2018, Cencer Punya Aura Sukses Untuk Meniti Karier

"Di Provinsi Jambi ada perda tentang standarisasi harga kelapa. Seharusnya ini bisa diterapkan di Riau, kami minta DPRD Riau bisa memperjuangkan ini," kata Asrul kepada www.tribunpekanbaru.com

Disamping itu, massa aksi juga menuntut supaya mafia kelapa di Inhil segera diusut tuntas.

"Kita juga minta supaya keran ekspor kelapa dibuka. Jangan malah ditutup, ada apa ini," katanya.

Massa aksi juga meminta supaya pemerintah membuat industri kelapa melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Baca: Jelaskan Masalah Sepakbola Indonesia, Edy Rahmayadi: Tolong Jangan Bully Saya Lagi

Pihaknya juga meminta supaya MOU PT.Sambu dengan pemerintah Inhil.

"Untuk itu kami minta DPRD Riau bisa membuat pernyataan sikap untuk menyelesaikan dan membuat regulasi yang pro terhadap petani demi tercapi ekonomi yang baik," katanya. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved