Pekanbaru

Berakhir 31 Desember, Realisasi Vaksin MR di Pekanbaru Masih 27 Persen

Imunisasi campak dan rubella atau Measles Rubella (MR) akan berakhir pada tanggal 31 Desember mendatang.

Berakhir 31 Desember, Realisasi Vaksin MR di Pekanbaru Masih 27 Persen
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
ILUSTRASI - Imunisasi Measles Rubella (MR) diberikan kepada para murid di SMPN 3 Pekanbaru, Senin (22/10/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Imunisasi campak dan rubella atau Measles Rubella (MR) akan berakhir pada tanggal 31 Desember mendatang.

Namun realisasi program ini di Kota Pekanbaru hingga awal Desember ini masih jauh dari target.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, realisasi imunisasi MR masih sekitar 27,5 persen.

Padahal target warga yang harus divaksin mencapai 281 ribu lebih se-Kota Pekanbaru, dengan rentang usia anak hingga 15 tahun.

"Inilah karakter masyarakat kita saat ini. Banyak yang anti vaksin. Tak mau menerima kebenaran," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Gustiyanti, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (7/12/2018).

Baca: Via Vallen & Nia Ramadhani Dipanggil Polisi karena Derma Skin Care, Begini Tanggapan Artis Lainnya

Diskes bersama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun fasilitas kesehatan lainnya sudah melakukan berbagai pendekatan serta formulasi baru dalam mensosialisasikan pentingnya vaksin MR ini.

Namun hasilnya tidak signifikan dan masih terjadi penolakan dari masyarakat.

Selain itu, lanjut Gutiyanti, pihaknya sudah empat kali melakukan pertemuan bersama linta sektor mengenai manfaat hingga kendala yang dihadapi di lapangan.

Laporan serupa juga sudah disampaikan ke Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MOU), serta kepala daerah Kota Pekanbaru.

"Memang hati (masyarakat) sudah menolak. Puskesmas bukan ngak turun ke lapangan. Tapi seperti inilah hasilnya," tambah Gustiyanti.

Baca: Pria Ini Menyuruh Putrinya Berjalan Kaki 8 km, Rupanya Pelajaran Inilah yang Dia Dapatkan Setelahnya

Pihaknya mengkuatirkan efek dari penolakan imunisasi akan terlihat 10 tahun yang akan datang.

Timbulnya penyakit dan kecacatan yang disebabkan virus rubella itu permanen atau seumur hidup. Seperti bocor jantung, kelainan pendengaran, katarak, hingga kelainan bawaan otak. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved