Riau Region

Inhil Sangat Potensial jadi Sentra Kelapa di Indonesia, Pemda Diminta Gencar Lakukan Promosi

Permasalahan tata niaga komoditi kelapa harus segera diperkuat oleh pemerintah daerah, baik kabupaten maupun Provinsi Riau.

Inhil Sangat Potensial jadi Sentra Kelapa di Indonesia, Pemda Diminta Gencar Lakukan Promosi
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Puluhan Anak Petani Kelapa Inhil Demo di DPRD Riau 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM-Anggota Komisi VI DRPD RI asal Riau, Idris Laena mengaku prihatin dengan kondisi petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut Idris Laena, permasalahan tata niaga komoditi kelapa harus segera diperkuat oleh pemerintah daerah, baik kabupaten maupun Provinsi Riau.

"Harus ada kebijakan yang menguntungkan antara produsen kelapa dan industri. Jangan sampai hanya dari pihak saja yang diuntungkan," ujar Idris Laena, Jumat (7/12/2018).

Baca: Dua Speed Boat Dikerahkan BPBD Inhil Di Lokasi Ambruknya Jembatan di Desa Lahang

Kemudian, pemerintah daerah juga harus menarik investor sebanyak-banyaknya di sektor industri kelapa untuk menghindari monopoli.

Agar investor tertarik dengan potensi kelapa di Inhil, pemerintah setempat diminta gencar melakukan promosi.

"Sebenarnya kelapa sangat berpotensi. Tepung kelapa sudah menjadi komoditi ekspor. Sulawesi Utara yang sudah memulai itu di Selandia baru," ujarnya.

Dengan luasan perkebunan kelapa di Inhil tidak menutup kemungkinan daerah berjuluk negeri seribu parit tersebut sebagai produsen tepung kelapa terbesar di Indonesia.

Baca: Anggota DPR RI Asal Riau Ini Minta Pemda di Riau Perkuat Tata Niaga Kelapa

Dengan banyaknya investasi industri kelapa di sana kata Idris Laena, usaha-usaha kecil yang bergerak di pengolahan produk turunan kelapa akan semakin berkembang.

Namun, hal itu juga tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah.

"Seperti di Sulut, sejumlah kelompok UKM di sana sudah mampu memproduksi kancing baju dari tempurung kelapa," ujar Idris Laena.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved