Riau Region

Realisasi Vaksin MR di Riau Baru 42,5 Persen, Pihak Pemerintah Kabupaten dan Kota Harus Jemput Bola

Agar pencapaian realisasi vaksin MR bisa meningkat, petugas diminta untuk mendatangi pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Realisasi Vaksin MR di Riau Baru 42,5 Persen, Pihak Pemerintah Kabupaten dan Kota Harus Jemput Bola
TribunPekanbaru/Syaiful Misgio
Orang tua siswa berkumpul di halaman SMP Negeri 12 pekanbaru Senin (22/10/2018) menghadiri sosialisasi vaksin MR 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pencapaian program vaksin Measles dan Rubella (MR) di Riau masih jauh dari yang diharapkan.

Hingga tanggal 5 Desember 2018 kemarin, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat realisasi imunisasi MR masih di angka 42,5 persen.

Padahal sisa waktu program vaksim MR ini hanya 23 hari lagi, hingga 31 Desember 2018 mendatang.

"Sampai saat ini realisasi masih 42,5 persen. Ada peningkatan setelah diperpanjang sampai 31 Desember, tapi peningkatannya cuma sedikit," kata Kepala Diskes Riau, Mimi Yuliani Nazir, Jumat (7/12/2018).

Baca: Berakhir 31 Desember, Realisasi Vaksin MR di Pekanbaru Masih 27 Persen

Masih rendahnya realisasi vaksim MR di Riau, pihaknya meminta kepada pemerintah kabupaten/kota di Riau lebih giat untuk jemput bola ke tempat keramaian.

"Jadi imunisasi tidak hanya di sekolah-sekolah, tapi petugas bisa mendatangi tempat-tempat keramaian. Seperti kemarin kita melakukan imunisasi MR pada hari HIV/AIDS di CFD. Karena di lokasi CFD, banyak anak-anak yang dibawa orang tuanya," katanya.

Agar pencapaian realisasi vaksin MR bisa meningkat, petugas diminta untuk mendatangi pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Karena di sana banyak anak-anak yang dibawa orang tuanya untuk ikut berjualan.

Baca: 56 Persen Anak di Pelalawan Sudah Divaksin Rubella

"Targetnya itu orang tua yang tak sempat datang ke puskesmas melakukan imunisasi. Sehingga orang tua yang tak bisa langsung imunisasi di pasar tersebut. "Banyak orangtua yang tak bisa meninggalkan anaknya kalau berdagang di pasar. Untuk datang ke puskesmas kan perlu waktu. Jadi targetnya anak-anak inilah," bebernya.

Seperti diketahui program imunisasi ini sudah dua kali perpanjangan.

Perpanjangan dilakukan menyusul masih rendahnya pencapaian program ini. Sehingga waktunya terpaksa ditambah lagi.

Seharusnya kegiatan ini berakhir bulan Agustus dan September, namum diperpanjang hingga 31 Oktober.

Karena masih rendah realisasinya, pemerintah akhirnya memperpanjang lagi hingga 31 Desember 2018. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved