Misteri Jasad Manusia di Perairan Bengkalis. Lima Fakta Jadi Pembuka Tabir

Misteri 10 jasad manusia yang mengapung di perairan Selat Malaka, tepatnya di perairan Bengkalis dan Meranti mulai terbuka.

Misteri Jasad Manusia di Perairan Bengkalis. Lima Fakta Jadi Pembuka Tabir
KOMPAS.com/ CITRA INDRIANI
Proses evakuasi korban yang ditemukan mengapung di kawasan perairan Selat Malaka di Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (4/12/2018). (KOMPAS.com/ CITRA INDRIANI) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Misteri 10 jasad manusia yang mengapung di perairan Selat Malaka, tepatnya di perairan Bengkalis dan Meranti mulai terkuak. 4 jenazah telah diidentifikasi oleh Disaster Victim Investigation (DVI) Polres Bengkalis dan Inafis Polda Riau.

Sementara itu, enam jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Riau. Keadaan jasad yang sudah rusak, membuat petugas kesulitan melacak identitas korban.

Beberapa keluarga korban mulai mengambil jenazah untuk dimakamkan. Beberapa kesaksian terkait para korban pun mulai terungkap. Inilah awal pembuka tabir pembuka misteri itu.

Berikut ini sejumlah fakta baru penemuan jasad di perairan Selat Malaka:

1. Melacak identitas beberapa korban melalui sidik jari

Petugas melakukan proses identifikasi terhadap temuan mayat yang mengapung di perairan Selat Malaka
KOMPAS.com/ CITRA INDRIANI
Petugas melakukan proses identifikasi terhadap temuan mayat yang mengapung di perairan Selat Malaka
Tim DVI harus berjuang keras bersama dengan Inafis Polda Riau untuk melacak identitas jasad-jasad yang ditemukan di Selat Malaka.

"Kami bekerja sama dengan Tim Inafis Polda Riau untuk melakukan identifikasi, karena ada korban yang masih bisa dilakukan sidik jari," kata Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau Kombes Pol Adang Azhar, seperti dikutip tribunpekanbaru.com dari Kompas.com, Jumat (7/12/2018).

Adang berharap, jenazah yang bisa dilakukan sidik jari ini dapat segera diketahui identitasnya.

Sementara itu, kondisi jasad mamang sebagian besar sudah rusak karena terlalu lama mengapung di laut.

"Ada yang sudah terhitung 21 hari korban meninggal. Semakin hari akan sulit diidentifikasi. Tapi, kami bersyukur, (korban) masih bisa ditemukan. Sehingga, kami terus berupaya mencari identitasnya dengan melakukan tes DNA," kata Adang.

2. Data 4 jasad yang telah teridentifikasi

Pihak kepolisian Polda Riau melakukan identifikasi mayat korban yang ditemukan mengapung di kawasan perairan Selat Malaka di Kabupaten Bengkalis, Senin (3/12/2018).
KOMPAS.com/ CITRA INDRIANI
Pihak kepolisian Polda Riau melakukan identifikasi mayat korban yang ditemukan mengapung di kawasan perairan Selat Malaka di Kabupaten Bengkalis, Senin (3/12/2018).
Halaman
123
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved