Dumai

Masih Ada Gelper Langgar Perwako Dumai

Masih ada Gelper langgar Peraturan Walikota (Perwako) Dumai, satu di antaranya diduga Gelper King Zone yang berlokasi di Jalan Hasanuddin

Masih Ada Gelper Langgar Perwako Dumai
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Masih Ada Gelper Langgar Perwako Dumai. Suasana di sebuah Gelper di Dumai. 

Masih Ada Gelper Langgar Perwako Dumai

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan.

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Masih ada Gelanggang Permainan (Gelper) langgar Peraturan Walikota (Perwako) Dumai, satu di antaranya diduga Gelper King Zone yang berlokasi di Jalan Hasanuddin.

Tempat usaha hiburan dan rekreasi itu diketahui masih beroperasi diatas pukul 01.00 dini hari.

Baca: KISAH Sedih Bapak Kehilangan Anak Laki-laki di Pekanbaru, Ini Percakapan Terakhir dengan Anaknya

Baca: INI Percakapan Terakhir Gilang, Siswa SMP yang Tenggelam di Sungai Air Hitam dengan Bapaknya

Menurut aturan Perwako Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), tempat usaha sejenis hanya boleh beroperasi hingga pukul 23.00 malam.

Seorang warga Dumai Kota bernama Chandra mengatakan, King Zone meresahkan masyarakat sekitar karena aktifitas pengunjungnya yang masih hilir mudik diatasjam 23.00 malam.

"Kok tempat gelanggang permainan begitu masih buka hingga larut malam. Sementara, kami yang warga tempatan ingin istirahat," ungkapnya

Dia juga mempertanyakan, kenapa Satpol PP Dumai belum melakukan tindakan terhadap tempat hiburan tersebut.

"Kami minta, Satpol PP Dumai menertibkan tempat tersebut, sebelum masyarakat mengambil tindakan," lanjutnya.

Baca: Pilkades Seretak di Kepulauan Meranti akan Dilaksanakan Usai Pilpres dan Pileg 2019

Baca: SKB Berbasis CAT CPNS 2018 Kota Pekanbaru Berakhir, Ini Jumlah yang Tidak Hadir

Terpisah, Kasatpol PP Kota Dumai Bambang Wardoyo yang dikonfirmasi pada Selasa (11/12/2018) mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti pertanyaan warga tersebut.

"Tempat itu sebenarnya sudah pernah kami gerebek beberapa waktu lalu, karena dari 12 alat permainan yang ada, lima diantaranya tidak memiliki izin," papar Kasatpol PP Dumai.

Diteruskannya, setelah penggerebekan pihak pengelola kemudian mengurus perizinan dari alat-alat yang belum berizin tersebut.

"Kalau untuk jam operasional, akan kita tindaklanjuti secepatnya. Jika nanti kedapatan buka. Maka akan kami tutup paksa," tegasnya. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved