Padang

Jalur Padang-Solok Kini Bisa Dilalui Kendaraan Setelah Putus Selama 13 Jam, Tapi Masih Macet

Jalur lintas Padang-Solok yang sempat tertimbun material longsor sejak Kamis malam hingga Jumat, sudah bisa dilalui kendaraan.

Jalur Padang-Solok Kini Bisa Dilalui Kendaraan Setelah Putus Selama 13 Jam, Tapi Masih Macet
Istimewa
Alat berat dari Semen Padang masih membersihkan material longsor di badan jalan Sitinjau Lauik Jumat (14/12/2018) 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Jalur lintas Padang-Solok yang sempat tertimbun material longsor sejak Kamis malam hingga Jumat (14/10/2018), sudah bisa dilalui kendaraan.

Meski begitu, akses kendaraan lalu lintas di jalan Nasional itu masih macet, karena panjangnya antrean kendaraan sejak bencana longsor melanda kawasan Panorama 2 itu pada pukul 22.00 WIB.

"Akses kendaraan sudah dibuka sekitar pukul 11.30 WIB tadi. Tapi sampai saat ini arus kendaraan masih macet," kata relawan TRC Semen Padang, Almahdi kepada tribunpekanbaru.com, Jumat.

Baca: Ada Jembatan Sementara Gantikan Jalan Padang-Bukittingi yang Terputus, Ini Jadwal Pembangunannya!

Selain disebabkan karena panjangnya antrian kendaraan, macet yang terjadi pasca-dibukanya Jalan Padang-Solok juga disebabkan adanya kendaraan yang rusak.

"Tidak hanya kendaraan yang rusak, beberapa kendaraan seperti truk juga ada yang mogok, tetutama truk yang datang dari arah Padang menuju Solok," ujarnya.

Seperti diketahui, Kamis (13/12/2018) malam sekitar pukul 22.00 WIB, bencana longsor terjadi di Panorama 2, Sitinjau Lauik.

Longsor tersebut disebabkan karena tingginya curah hujan sejak Kamis sore hingga malam.

Baca: Satu Korban Longsor Panorama 2 Sitinjau Lauik Meninggal, Antrean Kendaraan Capai Belasan Kilometer

Bahkan, material longsor itu juga menyebabkan tiga unit kendaraan yang terdiri dari bus Family Raya, truk dan minibus, terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter karena dihantam matetial longsor.

Selain itu, lima orang warga juga ikut menjadi korban. Bahkan, satu di antaranya meninggal dunia, dan satu lagi hingga kini masih koma dan di rawat di rumah sakit. Sedangkan sisanya, mengalami luka-luka. (*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved