Kampar

Tiga Minggu Rumah Terendam Banjir, Warga Desa Buluh Cina Enggan Tinggal di Tenda Pengungsian

Banjir yang melanda Desa Buluh Cina Kacamatan Siak Hulu, Kampar tidak hanya merendam ratusan rumah warga.

Tiga Minggu Rumah Terendam Banjir, Warga Desa Buluh Cina Enggan Tinggal di Tenda Pengungsian
Istimewa
Banjir yang melanda Desa Buluh Cina Kacamatan Siak Hulu, Kampar 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banjir yang melanda Desa Buluh Cina Kacamatan Siak Hulu, Kampar tidak hanya merendam ratusan rumah warga.

Sejumlah fasilitas umum seperti jalan, masjid dan sekolah juga ikut terendam banjir.

Selain itu, banjir juga merendam perkantoran pemerintahan, puskemas ribuan hektare pekerbunan sawit serta karet milik warga.

Menurut keterangan Alimuddin, warga buluh cina, banjir yang merendam desanya tersebut sudah terjadi sejak tiga pekan ini. Namun saat ini kata Alimuddin kondisi banjir sudah mulai surut.

Baca: Polisi Tetapkan 3 Tersangka, Partai Demokrat Tetap Investigasi Perusakan Atribut Partai di Pekanbaru

Warga mengaku lebih nyaman menumpang ditempat saudaranya ketimbang harus mengungsi di tenda pengungusian. Tidak heran, jika tenda pengungsian dan dapur umum yang disiapkan oleh BPBD Riau terlihat sepi.

"Makanya kami tidak mengungsi bang, karena airnya juga sudah mulai surut," katanya.

Warga mengaku terpaksa harus menggunakan sampah saat ingin keluar dari desanya. Sebab akses jalan darat tidak bisa lagi dilewati dengan menggunakan kendaraan bermotor akibat genangan setinggi pinggang orang dewasa.

Seperti diketahui, Gubenur Riau (Gubri) Wan Thamrin Hasyim meninjau kawasan banjir yang berada di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabuaten Kampar, Senin (17/12/2018).

Desan Buluh Cina merupakan salah satu desa yang berada di Kampar yang paling parah terdampak banjir. Lokasi desa yang persis berada di pinggiran Sungai Kampar membuat wilayah ini kerap dilanda banjir. Terlebih saat hujan deras turun, atau saat pintu PLTA Koto Panjang dibuka.

Untuk bisa sampai ke lokasi desa buluh cina, Gubri didampingi Kepala BPBD Edwar Sanger, Kepala Dinas Kesehatan Mimi Yuliani serta Sekda Kampar Yusri terpaksa harus menggunakan perahu karet. Sebab akses jalan ke lokasi ini lumpuh total. Air setinggi lebih kurang 1,5 meter mengenangi ruas jalan dan permikiman warga.

Sehingga tidak bisa dilewati dengan menggunakan kendaraan darat. Warga yang memilih bertahan di rumahnya terpaksa harus menggunakan perahu untuk beraktifitas ke luar desa.

Baca: Update Transfer Liga 1: 5 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 Diminati Tim Besar Liga 1 2019

"Kita datang kesini untuk menyerahkan bahan kebutuhan pangan, beras 1 ton, mie instan 200 kotak, air bersih, obat-obatan, cukup tidak cukup, nanti tetap kita akan kondisikan," kata Wan Thamrin saat meninjau lokasi banjir di Desan Buluh Cina, Kampar.

Di Desa Buluh Cina setidaknya ada empat dusun yang dilanda banjir. Sebanyak 166 KK di Desa ini juga terdampak banjir dengan total jumlah jiwa yang terdampak banjir sebanyak 1.500 jiwa. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved