Pileg 2019

Dua Orang Caleg di Kampar Diperiksa Bawaslu, Terkait Dugaan Money Politik

Dua orang calon legislatif (caleg) di Kampar, Riau diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan money politik

Dua Orang Caleg di Kampar Diperiksa Bawaslu, Terkait Dugaan Money Politik
ist
Bawaslu Riau menggandeng Ustad Abdul Somad (UAS) mensosialisasikan tentang haramnya politik uang (money politic) melalui gerakan seribu spanduk. Dua Orang Caleg di Kampar Diperiksa Bawaslu, Terkait Dugaan Money Politik 

Dua Orang Caleg di Kampar Diperiksa Bawaslu, Terkait Dugaan Money Politik

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Ikhwanul Rubby

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR -  Dua orang calon legislatif (caleg) di Kampar, Riau diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan money politik.

Sosialisasi Bawaslu tentang money politik haram dan menggandeng Ustadz Abdul Somad berhasil.

Hal ini ditandai dengan adanya laporan warga ke Bawaslu tentang adanya caleg yang melakukan money politik.

Baca: Syarwan Hamid akan Dikawal Ratusan Orang Kembalikan Gelar Adat ke LAM Riau

Baca: KISAH Penyanyi Cantik Berdarah Minang Kintani Putri Medya, Lagunya Capai 6,9 Juta Viewer di Youtube

Dua politisi tersebut merupakan caleg DPRD Kampar dari PKS dan Hanura daerah pemilihan (dapil) 4 Kampar.

Ketua Bawaslu Kampar, Syawir Abdullah kepada Tribunpekanbaru.com pada Selasa (18/12) mengatakan, hingga saat ini terkait pelanggaran tersebut sudah ditangani Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Ia menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan dua caleg tersebut berupa pemberian bantuan sembako kepada korban banjir di Kecamatan Kampar beberapa hari lalu.

"Informasi pelanggaran ini kami terima dari laporan masyarakat," katanya.

Disampaikannya, hingga saat ini para pihak terlibat telah diperiksa.

Pemberian bantuan banjir oleh caleg ini diduga melanggar pasal 523 Jo Pasal 280 huruf J Undang Undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Baca: Titip Rindu Buat Ayah by Penyanyi Cantik Asal Minang Kintani Putri Medya, Capai 6,9 Juta Viewer

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi Head Kasir Manager di Transmart, Dedikasikan Diri untuk Karir

"Hari ini kita sedang rapat membahas itu, besok hasil pemeriksaan akan kita sampaikan," ucapnya.

Ia mengatakan jika pelanggaran ini terbukti akan diteruskan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

Dikatakan pelanggaran ini bisa menjerat calon legislatif tersebut hukuman penjara 2 tahun dan denda sebesar Rp 24 juta. (*)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved