Opini

Efek Daya Beli Petani Di Riau yang Makin 'Jatuh'

Di Provinsi Riau, penurunan daya beli masyarakat, khususnya masyarakat yang bekerja di sektor pertanian sebagai sektor utama

Efek Daya Beli Petani Di Riau yang Makin 'Jatuh'
ist
Etania Ranu Andhika, SST 

CITIZEN JOURNALISM

Ditulis oleh: Etania Ranu Andhika, SST, Fungsional Statistisi Ahli BPS Provinsi Riau

Kabar mengenai menurunnya daya beli masyarakat Indonesia tengah ramai diperbincangkan.

Di Provinsi Riau, penurunan daya beli masyarakat, khususnya masyarakat yang bekerja di sektor pertanian sebagai sektor utama yang menyerap tenaga kerja di Riau, nyatanya memang tengah terjadi. Hal ini tercermin dari angka Nilai Tukar Petani (NTP) yang terus merosot sepanjang tahun 2018.

Bahkan hingga November 2018, petani di provinsi Riau  mendapatkan predikat sebagai petani yang mengalami “defisit”.

Apabila kondisi ini terus berlanjut, kemunduran sektor pertanian di Riau akan sulit dihindari.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daya beli adalah kemampuan membayar untuk memperoleh barang yang dikehendaki atau diperlukan.

Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator ekonomi yang mengukur daya beli petani di perdesaan.

NTP diartikan sebagai kemampuan petani untuk memperoleh barang dan jasa yang ia butuhkan baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangganya dan untuk memenuhi kebutuhan produksinya.

Sepanjang tahun 2017, besaran NTP provinsi Riau adalah di atas 100.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved