Indragiri Hilir

Warga Pulau Burung Inhil Temukan Semburan Gas saat Buat Sumur Bor di Depan Rumah

Semburan gas muncul saat pekerja sumur bor melakukan pengeboran tanah di depan rumah warga bernama Rauzi (50).

Warga Pulau Burung Inhil Temukan Semburan Gas saat Buat Sumur Bor di Depan Rumah
Istimewa
Petugas kepolisian dan TNI mengamankan lokasi semburan gas yang ditemukan di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, INHIL - Semburan gas dari dalam bumi masih terjadi di Dusun Besika Jaya, RT 001 RW 005 Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir ( Inhil), Riau.

Semburan gas muncul saat pekerja sumur bor melakukan pengeboran tanah di depan rumah warga bernama Rauzi (50).

Hal ini sontak membuat warga heboh dengan adanya semburan gas yang bisa memunculkan api apabila dipantik dengan korek api.

Saat ini, pemerintah kecamatan setempat masih menunggu tim ahli geologi untuk penanganan selanjutnya.

"Semburan gas masih ada. Sekarang tempat penyemburannya ditinggikan untuk menjaga keamanan," ucap Camat Pulau Burung, Yusuf, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (21/12/2018).

Dia mengaku, belum mengetahui seperti apa nantinya penanganan temuan semburan gas tersebut, karena masih menunggu instruksi pimpinannya.

"Kami tak tahu, kami masih menunggu tim ahli. Saya tak berani bicara soal penanganan selanjutnya. Kemarin saya sudah bicara sama Pak Sekda, kata Pak Sekda kita enggak punya tim ahli. Tim ahli cuma ada di provinsi dan pusat," ujar Yusuf.

Petugas kepolisian dan TNI mengamankan lokasi semburan gas yang ditemukan di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau, Rabu (19/12/2018).
Petugas kepolisian dan TNI mengamankan lokasi semburan gas yang ditemukan di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau, Rabu (19/12/2018). (Istimewa)

Pihaknya juga belum memastikan kapan waktu untuk mengundang ahli untuk meneliti semburan gas tersebut.

"Kita diminta Pak Sekda untuk standby dulu dan amankan lokasinya. Karena (semburan gas) ini ada juga yang sifatnya satu minggu, karena ada zat metana nama kandungannya katanya. Tapi, sebelum diteliti, kita belum tahu kan. Jadi, kita tunggu tim ahli turun dulu," kata Yusuf.

Dia menambahkan, semburan gas ini terdapat di areal tanah gambut, yang kemungkinan gasnya mengandung metana.

Halaman
12
Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved