Padang

Sosialisasikan Bahaya Merokok, Dokter Muda Unand Bentuk KAMEK di Lubuk Kilangan

Puskesmas Lubuk Kilangan bekerjasama dengan dokter muda dari Fakultas Kedokteran Unand membentuk Komunitas Anti Merokok

Sosialisasikan Bahaya Merokok, Dokter Muda Unand Bentuk KAMEK di Lubuk Kilangan
Tribun Pekanbaru/Riki Suardi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani melantik pengurus Komunitas Anti Merokok (Kamek) di Lubuk Kilangan. 

Laporan Kontributor Tribunpekanbaru.com, Riki Suardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Untuk menekan tingginya angka perokok di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Puskesmas Lubuk Kilangan bekerjasama dengan dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), membentuk Komunitas Anti Merokok (Kamek) Lubuk Kilangan.

Komunitas yang terdiri dari 30 orang masyarakat Lubuk Kilangan itu, dilantik oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Veri Mulyani, disela-sela kegiatan Penyuluhan Bahaya Merokok yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (26/12/2018)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani yang dihubungi tribunpekanbaru.com mengatakan bahwa pihaknya, mengapresiasi dokter koas Unand yang telah bersinergi dengan Puskesmas Lubuk Kilangan, termasuk masyarakat untuk membentuk Kamek.

Baca: VIDEO: Isak Tangis Pecah Saat Jenazah Almarhum Azis Zaenal Tiba di Rumah Duka

Dan Ia pun berharap agar komunitas yang berasal dari generasi milenal di Lubuk Kilangan itu, ke depannya dapat mensosialisasikan bahaya kesehatan karena asap rokok, sehingga muncul kesadaran bagi masyarakat untuk tidak lagi merokok.

"Merokok itu jelas sangat berbahaya untuk kesehatan. Satu batang rokok itu mengandung 2000 bahan berbahaya, dan 200 di antaranya bisa menyebabkan berbagai jenis kanker, seperti kanker kulit, lidah, paru dan lain sebagainya," kata Feri Mulyani, Kamis (27/12/2018).

Di Kota Padang, sebut Feri, memang belum diketahui berapa jumlah masyarakat yang merokok. Namun, kata dia, orang yang merokok sudah kelewatan. Bahkan dari hasil survei yang dilakukan pada 2011 di saat pengajuan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok, diketahui bahwa perokok paling muda adalah usia 5 tahun.

"Penyebabnya, karena orangtua yang merokok dan iklan. Kemudian, hasil survei Perilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS) juga menyatakan 60 persen perokok, itu merokok di dalam rumah. Jadi, kenapa anak usia 5 tahun sudah merokok, karena perilaku orangtua yang merokok di dalam rumah," ujarnya.

Baca: Mayat Lelaki Ditemukan Mengapung di Sungai Siak, Diduga Maling yang Nyebur Saat Dikejar Warga

Dinas Kesehatan Kota Padang sejauh ini, lanjutnya, tidak serta merta menuyuruh orang berhenti merokok, tapi juga telah mengatur di mana lokasi boleh merokok dan di mana lokasi yang tidak boleh.

"Lokasi yang boleh itu di luar ruangan, tapi sebaiknya kami berharap masyarakat berhenti untuk merokok. Kalau sudah kecanduan dan tidak bisa berhenti merokok, kami siap untuk memfasilitasinya. Ada 23 puskesmas di Padang yang siap untuk itu, termasuk untuk memfasilitasi pengukuran kadar CO," bebernya.

Halaman
12
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved