Rokan Hulu

UPDATE OTT Pegawai Bapenda Rohul, Kapolres ‎Sebut Sudah Banyak Saksi Diperiksa

AKBP Hasyim menegaskan, pemanggilan dua oknum wartawan oleh penyidik itu bukan atas nama organisasi kewartawanan melainkan atas pribadi dan media.

UPDATE OTT Pegawai Bapenda Rohul, Kapolres ‎Sebut Sudah Banyak Saksi Diperiksa
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Kapolres Rokan Hulu (Rohul) AKBP Muhamad Hasiym Risahondua, mengaku terkait perkembangan kasus OTT di Bapenda Rohul lalu, pihaknya telah memeriksa banyak saksi.

"Sudah banyak saksi yang kita periksa dalam pengembangan kasus ini, dan untuk saksi sudah banyak yang kita minta keterangan, untuk jumlah nanti ya akan kita ekspos kalau udah selesai," katanya, Jumat (28/12/2018).

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah ada tersangka baru atau tidak, setelah selesai pemeriksaan saksi-saksi.

Saat ditanya apakah ada wartawan yang dipanggil menjadi saksi, Kapolres Rohul‎ membenarkan adanya dua oknum wartawan yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Tipikor Polres Rohul terkait pengembangan kasus OTT Upah Pungut insentif pajak daerah di Bapenda Rohul.

Dirinya mengaku, pemeriksaan dua orang wartawan tersebut, sifatnya hanya memintai keterangan.

"Setelah kami minta keterangan, ternyata tidak ada kaitanya dengan OTT di Bapenda," sebutnya.

Baca: BREAKING NEWS: Pejabat Kementerian PUPR yang Kena OTT Dikabarkan Sudah di Kantor KPK

Baca: OTT Pungli di Bengkalis, Lima Bulan Belum Ada Kejelasan, Ternyata Ini yang Dilakukan Polisi

AKBP Hasyim menegaskan, pemanggilan dua oknum wartawan oleh penyidik itu bukan atas nama organisasi kewartawanan melainkan atas pribadi dan media.

"Karena setelah kami konfirmasi dengan tersangka, memang ada tersangka menyerahkan uang kepada dua oknum wartawan tersebut, tapi untuk pembayaran jasa publikasi . Tapi mereka tidak tahu uang itu asalnya dari mana," imbuhnya.

Sebelumnya, ‎pada Rabu (26/12/2018), Penyidik memanggil Kepala Bagian Hukum Edi Suherman Serta Ajudan Sekda Rohul, Joko, untuk dimintai keterangan sebagai Saksi.

Edi Suharman datang memenuhi panggilan penyidik Tipikor Satreskrim Polres Rohul, sekitar pukul 10.00 WIb pagi.

Ia datang mengenakan stelan baju putih dan celana Hitam.

Saat datang memenuhi panggilan penyidik, Edi dan Joko langsung masuk ke ruang penyidik tanpa melontarkan sepatah katapun kepada awak media.

Setelah diperiksa selama hampir 2 jam, barulah edi suharman memberikan keterangan kepada awak media.

Kepada awak media, Edi menjelaskan bahwa kedatanganya memenuhi panggilan penyidik bertujuan untuk memberikan keterangan terkait kasus OTT pemotongan upah pungut insetif pajak daerah di Bapenda Rohul.

Baca: Tim Saber Pungli Polres Rohul OTT Pegawai Bapenda Rohul, Seorang Kasi Jadi Tersangka

"Saya disini sebagai saksi terkait kasus OTT di bapenda Rohul," Ujarnya.

Meski mengaku dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Tipikor, Edi enggan menyampaikan secara detail pertanyaan apa saja yang ditanyakan penyidik kepadanya terkait kasus tersebut.

Edi hanya menegaskan, bahwa Keterangan yang diberikanya kepada penyidik terkait tugasnya sebagai Kabag Hukum.

"Saya lupa berapa pertanyaan, Tanya penyidik saja, yang jelas terkiat tugas saya di bagian Hukum” katanya sambil berjalan meninggalkan awak media.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kasus dugaan pemotongan Upah Pungut (UP), insetif pajak daerah di Badan Pendapatan Daerah kabupaten rokan hulu ini terungkap setelah polisi melakukan operasi tangkap tangan, pada 6 Desember lalu, di kantor bapenda Rohul.(*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved