Siak

Tangsi Belanda Mempura Dipugar, Bakal Dibuka untuk Tujuan Wisata

Tangsi Belanda di kampung Benteng Hulu, kecamatan Mempura selesai dipugar. Anggarannya dari APBN 2018 senilai Rp 5 miliar lebih.

Tangsi Belanda Mempura Dipugar, Bakal Dibuka untuk Tujuan Wisata
flickr
Tangsi militer Belanda di Siak usai renovasi 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Tangsi Belanda di kampung Benteng Hulu, kecamatan Mempura selesai dipugar. Anggarannya dari APBN 2018 senilai Rp 5 miliar lebih.

Onggokan bangunan peninggalan kolonial Belanda itu kini sudah tampak kinclong.

Dinding sudah dicat putih bersih, lantai diperbaiki hingga daun pintu dan atap.

Sebelumnya, onggokan bangunan Belanda ini tampak begitu memprihatinkan, lusuh dan ditumbuhi akar-akar kayu liar.

Bupati Siak Syamsuar senang dengan kondisi terkini Tangsi Belanda tersebut. Ia sudah mengunjungi bangunan tua itu akhir pekan lalu.

Tangsi Belanda di kampung Benteng Hilir, kecamatan Mempura, Siak saat belum dipugar.
Tangsi Belanda di kampung Benteng Hilir, kecamatan Mempura, Siak saat belum dipugar. (Tribun Pekanbaru/ Mayonal)

"Saya yakin, begitu ini kita buka untuk tujuan wisata, ini akan menjadi spot terbaru yang menakjubkan wisatawan," ujar Syamsuar, Selasa (1/1/2019).

Tangsi Belanda itu masuk ke dalam kawasan cagar budaya kesultanan Siak setelah Istana Siak. Hal itu ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan SK Kementrian PUPR dalam penetapan Siak sebagai kota Pusaka.

"Ini kita buka, tahun ini untuk umum. Ini dijadikan spot terbaru deatinasi wisata di kabupaten Siak," kata dia.

Ia menjelaskan, pihaknya memperjuangkan pengembangan Tangsi Belanda, untuk memberikan destinasi bagi wisatawan. Sehingga wisatawan tidak hanya terfokus pada Istana Siak saja.

Baca: FOTO: Pembangunan Jembatan Siak IV Hampir Rampung

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved