BPS Riau: Januari-November 2018 Ekspor Riau Tumbuh 0,17 Persen 

Pertumbuhan itu didorong oleh naiknya ekspor migas sebesar 15,54 persen, meskipun ekspor non migas mengalami penurunan sebesar 2,48 persen.

BPS Riau: Januari-November 2018 Ekspor Riau Tumbuh 0,17 Persen 
Tribun jateng/Wahyu Sulistiyawan
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Rabu (2/1/2019) merilis nilai eksport Riau di bulan November 2018 mencapai 1,27 triliun.

Mengalami kenaikan sebesar 2,01 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding Oktober 2018 yang hanya sebesar 1,24 persen.

"Kenaikan ini didorong oleh naiknya ekspor migas sebesar 14,21 persen, sedangkan nonmigas itu turun sebesar 0,04 persen. Tercatat, ekspor migas dari US$ 179.30 juta pada bulan Oktober 2018 naik menjadi US$ 204.77 juta pada bulan November 2018. Sedangkan ekspor nonmigas dari US$ 1.065,35 juta pada bulan Oktober 2018, turun menjadi US$ 1.064,93 juta pada bulan November 2018," jelas Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom, Rabu (2/1/2019)

Lebih lanjut Aden menuturkan, untuk ekspor nonmigas dari 10 golongan barang terbesar di bulan November 2018, terjadi pada berbagai produk kimia yang tercatat US$ 21.56 juta, bubur kayu (Pulp) US$ 4.72 juta, dan ampas dan sisa industri makanan US$ 0.32 juta.

Baca: UMKM Tahan Terhadap Krisis, Baru Berkontribusi Terhadap Ekspor Indonesia Sebesar 14 Persen

Baca: FOTO: Kondisi Terkini Fly Over Pekanbaru, Segera Diresmikan Akhir Januari 2019

Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$ 15.76 juta, bahan kimia organik US$ 4.13 juta, serta kertas dan karton US$ 3.41 juta.

Angka statistik BPS Provinsi Riau selama Januari sampai dengan November 2018 menunjukkan, nilai ekspor Riau tumbuh sebesar 0,17 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu didorong oleh naiknya ekspor migas sebesar 15,54 persen, meskipun ekspor non migas mengalami penurunan sebesar 2,48 persen.

"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah sebesar 15,00 persen dan ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 19,45 persen," paparnya. (*)

Baca: Harga Jual Mobil Bekas Taksi Blue Bird di Pekanbaru Lebih Murah, Ada Promo dan Jaminan Keamanan

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved