Rokan Hulu

Luar Biasa, PAD 2018 Rohul dari Sektor Pariwisata Lebihi Target yang Ditetapkan

Meningkatnya jumlah pengunjung wisatawan, berdampak ‎besar dengan tercapainya target penerimaan PAD sektor pariwisata.

Luar Biasa, PAD 2018 Rohul dari Sektor Pariwisata Lebihi Target yang Ditetapkan
Foto-foto: HUMAS
Mesjid Agung MadaniIslamic Center (MAMIC) Pasir Pangaraian, Rokan Hulu 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Terobosan dalam pembenahan dan pengembangan potensi objek wisata yang menjadi skala prioritas Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tahun 2018, membuahkan hasil dengan terjadinya peningkatan jumlah pengunjung wisatawan ke objek wisata yang ada di Kabupaten Rohul.

‎Dimana, dengan meningkatnya jumlah pengunjung wisatawan tersebut, berdampak ‎besar dengan tercapainya target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Pariwisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul tahun 2018 lalu.

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar mengungkapkan, berdasarkan data Disparbud Rohul, target PAD dari Sektor Pariwisata tahun 2018 yang ditetapkan Pemkab Rohul, sebesar Rp432,480.000.

"Alhamdulilah Per 31 Desember 2018 Target PAD kita melebihi target terealisasi sebesar Rp439.025.000," katanya, Jumat (4/1/2018).

‎Ia menambahkan, tercapainya realisasi target PAD sektor Pariwisata tahun 2018, dikarenakan adanya peningkatan jumlah pengunjung wisatawan ke objek wisata di Rohul.

‎Lebih lanjut dijelaskannya, realisasi PAD sektor Pariwisata tahun 2018 sebesar Rp439.025.000 ‎tersebut, dihasilkan dari penjualan tiket masuk atau retribusi untuk 4 objek wisata.

Baca: 5 Fakta Seputar Brigpol Dewi yang Kirim Foto Syur, Ternyata Terpedaya Seorang Napi

Diterangkanya, 4 objek wisata tersebut diantaranya, Objek Wisata Alam seperti Danau Cipogas, Objek Wisata Air Panas Hapanasan, Objek Wisata Air Panas Suaman dan Menara 99 Meter Masjid Agung Islamic Center Rohul.

Sementara objek wisata lainnya, tambahnya, yang jumlah pengunjungnya mencapai 5 ribuan per objek wisata per tahunnya yakni objek wisata minat khusus seperti Suligi Hill, Puncak Ranah, Puncak Kabur di Rokan IV Koto belum diberlakukan retribusi.

"Dari sekian jumlah objek wisata Rohul, yang dikenakan retribusi baru 4 objek wisata itu. Lainnya belum ada diberlakukan retribusi," ‎imbuhnya.

Disebutkannya, pengelolaan Menara 99 meter MAIC Rohul yang telah ‎diserahkan Pemkab Rohul dari Pengelola MAIC Rohul ke Disparbud Rohul, sejak 5 bulan terakhir menghasilkan PAD sebesar Rp201.500.000.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved