Rokan Hulu

‎DPKAD Segera Bayarkan Tunda Bayar Obat RSUD di Pertengahan atau Akhir Januari 2019

DPKAD Rohul berusaha untuk melunasi Tunda Bayar Hutang Obat RSUD tersebut, paling lambat di akhir Januari 2019.

‎DPKAD Segera Bayarkan Tunda Bayar Obat RSUD di Pertengahan atau Akhir Januari 2019
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu (Rohul) sempat terganggu.

Masalah berawal dari tunda bayar pembayaran obat 2018sehingga suplai obat dari distributor terhanti. Akibatnya, stok obat menipis sehingga pelayanan RSUD Rohul terganggu.

Namun Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) segera merespon persoalan tersebut.

Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (DPKAD) Rohul berusaha untuk melunasi Tunda Bayar Hutang Obat RSUD tersebut, paling lambat di akhir Januari 2019.

Plt Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Rohul Suharman, melalui Kabid perbendaharaan Abdul Rohim, menjelaskan, tunda bayar Obat RSUD terpaksa dilakukan karena Kekosongan Kas Daerah Karena Defisit Keuangan.

Baca: Mantan Pemain Liga 1 Ini Bongkar Aib Sepakbola Indonesia, dari Ruang Ganti sampai Jadwal Latihan

Lebih lanjut dijelaskannya, meski terpaksa dilakukan, namun sebelum keputusan itu diambil, DPKAD sudah mengkoordinasikannya terlebih dahulu dengan pihak RSUD.

"Karena obat itu jenisnya pengadaan, Sebelum mengambil keputusan itu, kita sudah berkoordinasi dengan RSUD , apakah obat itu sudah masuk atau belum. jawaban RSUD waktu itu baru masuk. makanya kami pikir Stock Obat itu masih banyak, karena baru di suplay oleh distributor obat," katanya, Minggu (6/12/2018).

Abdul Rohim mengaku, sebenarnya tunda bayar Obat di RSUD tidak perlu terjadi jika pihak RSUD cepat menyelesaikan Admistrasi pengajuan pencarian dana ke DPKAD. Apalagi pada saat itu DPKAD sedang Fokus menyelesaikan Penyaluran Dana Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2018.

"Sebenarnya hutang obat itu bisa dibayarkan, tapi RSUD mengajukan pencairan dana itu di ujung ujung waktu, mereka juga lambat menyelesaikan proses administrasi, setelah admistrasinya selesai, uang yang tersedia di kas daerah sudah habis" jelasnya.

Dirinya menegaskan pembayaran Tunda bayar obat RSUD ini akan menjadi prioritas utama DPKAD.
Pembayaran hutang obat RSUD akan menjadi Prioritas, pihaknya targetkan di pertengahan Januari atau paling lambat akhir Januari , Tunda Bayar itu akan dibayarkan.

Baca: Jumlah Jiwa di Inhu Semester I 2018 Mencapai 426.385, Jumlah KTP EL yang Dicetak Sebanyak 122.710

Sebelumnya, sejumlah distributor Obat rekanan RSUD menghentikan sementara waktu Suplai obat dan Bahan Habis Pakai ke RSUD, akibat Tunda Bayar Pengadaan Obat RSUD 2018, Senilai Rp.1.2 M. Akibat Penghentian Suplay obat ini berimbas terhadap menipisnya persediaan obat di Rumah Sakit milik Pemkab Rohul tersebut.

Agar pelayanan RSUD tetap berjalan, manajemen RSUD terpaksa mengambil Kebijakan, Membuka hutang baru pada distributor yang masih bersedia memberi kelonggaran Pembayaran hutang, pada RSUD, serta berhutang pada sejumlah Apotik di sekitar Pasirpangaraian.

Selain itu, untuk memastikan obat tetap terjamin ketersedian nya, manajemen juga meminjam jasa medis untuk membeli obat, dengan persetujuan dari komite medik. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved