Rumah Sakit Aulia Hospital Pekanbaru Gelar Seminar Kesehatan, Bahas Vaksin dalam Pandangan Islam

Seminar yang diikuti tak kurang dari 200 orang dari berbagai element masyarakat ini dibuka langsung oleh Sekjen MUI Riau, Zulhusni Domo.

Rumah Sakit Aulia Hospital Pekanbaru Gelar Seminar Kesehatan, Bahas Vaksin dalam Pandangan Islam
tribunpekanbaru/Hendrigusmulyadi
Owners RS Aulia Hospital, Muhammad Aulia, memberikam cendramata kepada Sekretaris MUI Riau, Zulhusni Domo pada acara seminar kesehatan bertemakan "Vaksin Dalam Pandangan Islam", bersama tiga pemateri, di Gedung Lantai 8 Rumah Sakit (RS) tersebut pada Minggu (6/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rumah Sakit Aulia Hospital, Pekanbaru, menyelenggarakan acara seminar kesehatan bertemakan "Vaksin Dalam Pandangan Islam", bersama tiga pemateri, di Gedung Lantai 8 Rumah Sakit (RS) tersebut pada Minggu (6/1/2019).

Ketiga pemateri itu yakni Dokter Spesialis Anak RS Aulia Hospital, dr Ari Diansyah, Sp,A, M.Biomed membahas seputar "Vaksin Dari Sudut Pandang Medis", kemudian Ahmad Rusdan Handoyo Utomo Ph.d membahas "Vaksin Dari Sudut Pandang Islam", dan Keynote Speaker dari Sekjen MUI Riau, Ust Zulhusni Domo.

Tampak juga dihadiri oleh Owners RS Aulia Hospital, Muhammad Aulia.

Seminar yang diikuti tak kurang dari 200 orang dari berbagai element masyarakat ini dibuka langsung oleh Sekum MUI Riau, Zulhusni Domo.

Ia menyampaikan, sesuai fatwa yang telah dikeluarkan MUI, vaksin khususnya MR memang belum ada yang secara 100 persen halal.

Baca: Hanya Ada Di Aulia Hospital Pekanbaru, Kolam Hydrotherapi Diluncurkan Akhir Tahun Ini

Baca: Peringati Hari Diabetes Sedunia, Aulia Hospital Gelar Senam Diabetes Bersama Masyarakat

Namun MUI dalam fatwanya tidak melarang masyarakat untuk mendapatkan vaksin tersebut atau memperbolehkan demi menghindari buah hati dari Sindrom Rubella.

"Ini adalah kondisi darurat, untuk sementara tidak masalah menggunakannya. MUI sudah mengeluarkan fatwa, karena memang sampai saat ini belum ada vaksin MR yang secara 100 halal," ungkapnya.

Sekedar informasi, Sindrom Rubella dapat menyebabkan cacat lahir terhadap bayi, mulai dari tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru.

Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini.

Penderita rubella pada anak-anak cenderung mengalami gejala-gejala yang lebih ringan dari pada penderita dewasa.

Tetapi ada juga penderita rubella yang tidak mengalami gejala apa pun, namun tetap dapat menularkan virus rubella.

Baca: VIDEO: Gelar Ultah Aulia Hospital Bersamaan dengan Hari Jadinya, Ini Harapan Edy Tanjung

Langkah paling efektif dalam pencegahan Sindrom Rubella yakni dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil.

Pemerintah pun kini sedang mengampanyekan pemberian vaksin MR sebagai pengganti vaksin MMR.

Vaksin MR ini memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved