Berita Riau

Berkas Perkara 3 Tersangka Perusakan Bendera dan Baliho Partai Dinyatakan P19

Soal perkembangan penanganan perkara itu sendiri, Kabid Humas menuturkan jika jumlah tersangkanya masih 3 orang, belum ada penambahan.

Berkas Perkara 3 Tersangka Perusakan Bendera dan Baliho Partai Dinyatakan P19
TribunPekanbaru/Johanes
SBY memberikan keterangan pers pasca baliho dan bendera Demokrat dirusak di Pekanbaru Sabtu (15/12/2018) di Loby Hotel Pangeran Pekanbaru 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Berkas perkara dari tiga orang tersangka kasus perusakan bendera dan baliho partai tertentu dinyatakan P.19 atau dikembalikan untuk dilengkapi.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Senin (7/1/2019) sore.

"Sudah kita limpahkan ke JPU. Tapi masih P.19. Penyidik masih melengkapi sesuai petunjuk jaksa," sebut Sunarto.

Baca: Agung Nugroho Sayangkan Perusakan Baliho Caleg PDIP Dikaitkan dengan Demokrat

Untuk itu katanya, sesuai petunjuk jaksa, maka penyidik akan segera melengkapi berkas perkara tersebut, agar bisa P.21 dan naik tahap 2.

Soal perkembangan penanganan perkara itu sendiri, Kabid Humas menuturkan jika jumlah tersangkanya masih 3 orang, belum ada penambahan.

Mereka yaitu HS untuk TKP di jalan Jenderal Sudirman. Kemudian dua tersangka, KS dan MW yang TKP di Tenayan Raya.

Baca: Hari Ini Demokrat Gelar Rapat Darurat Bahas Perusakan Baliho dan Bendera Partai

Piihak kepolisian sendiri masih melakukan pengembangan terkait kasus ini, terutama terhahadap pihak-pihak yang terkait dengan pengrusakan tersebut.

Kasus ini sendiri murni motifnya adalah soal uang, tidak ada motif lain yang menyertai. Pelaku HS dijanjikan dibayar Rp 150 ribu. Itupun uangnya belum diterima. Kemudian TKP di Tenayan Raya, pelaku dibayar Rp 300 ribu.

Kemudian saat disinggung soal adanya informasi pencabutan laporan dari pihak pelapor terkait kasus ini, Kabid Humas mengaku sejauh ini belum ada.

"Nggak ada, kemarin saya tanya Kapolres belum (dicabut)," paparnya.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved