Pekan Life

Dua Korban Meninggal Dunia, Kasus DBD di Kota Pekanbaru Tahun 2018 Tercatat 358 Kasus

Ada 358 kasus DBD di Kota Pekanbaru sepanjang tahun 2018. Kasus DBD paling banyak terjadi pada Agustus 2018 lalu.

Dua Korban Meninggal Dunia, Kasus DBD di Kota Pekanbaru Tahun 2018 Tercatat 358 Kasus
TribunPekanbaru/DoddyVladimir
DIRAWAT - Seorang anak menderita Demam Berdarah (DBD) sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, Kamis (7/1). Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mendata selama 2015 jumlah penderia DBD mencapai 502 jiwa dan seorang di antaranya meninggal dunia, dimana jumlah tersebut meningkat lebih dari 100 persen dari jumlah kasus DBD pada 2014 yang mencapai 209 kasus. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernnandi Sikumban

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Dua pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru meninggal pada tahun 2018 lalu. Dua korban meninggal dunia pada April 2018 dan Mei 2018.

Jumlah pasien DBD pada Bulan April 2018 mencapai 28 orang. Sedangkan pada Mei 2018 jumlah pasien DBD mencapai 35 pasien.

"Dua pasien DBD meninggal dunia pada tahun lalu. Kami berharap masyarakat lebih waspada terhadap DBD," terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Gustiyanti kepada Tribun, Senin (7/1/2019).

Baca: Sebanyak 228 Anak di Pekanbaru Dirawat Karena DBD, Di Periode Januari - Pertengahan Desember 2018

Menurutnya, ada 358 kasus DBD di Kota Pekanbaru sepanjang tahun 2018.

Kasus DBD paling banyak terjadi pada Agustus 2018 lalu.

Ada 50 pasien DBD yang harus jalani perawatan medis.

Kasus paling banyak ada di Kecamatan Tenayan Raya. Ada 59 kasus DBD sepanjang tahun lalu.

Sedangkan kasus yang paling sedikit di Kecamatan Sail yang hanya empat kasus.

Wanita berkedurung mengatakan bahwa  kebanyakan pasien DBD berusia 5 tahun hingga 9 tahun paling banyak.

Baca: Kasus DBD di Pekanbaru Sempat Tinggi Selama Dua Minggu

Ada 80 pasien DBD yang masih anak-anak. Sedangkan yang berusia 10 tahun hingga 14 tahun sebanyak 64 tahun.

"Jadi pasien DBD yang sempat memperoleh kebanyakan masih anak-anak," terangnya.

Gustiyanti mengingatkan kepada orangtua mesti mengawasi lingkungan di sekitarnya.

Hal ini sebagai upaya mencegah munculnya nyamuk Aedes aegypti.

"Jangan lupa segera membawa anak untuk dapat tindakan medis, bila terdapat gejala DBD terlihat," pesannya. (*)

Penulis: Fernando
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved