Berita Riau

Diamankan Gakkum LHK, Supir Pembawa Kayu Ilegal ke Pekanbaru Diupah Rp 500 ribu Sekali Angkut

supir tidak mengetahui tempat tujuan kayu yang diantar karena ia akan diberitahu saat setelah sampai di Jembatan Penyeberangan Sungai Kampar.

Diamankan Gakkum LHK, Supir Pembawa Kayu Ilegal ke Pekanbaru Diupah Rp 500 ribu Sekali Angkut
Tribunpekanbaru/TheoRizky
Truk bermuatan kayu tanpa dokumen yang sah yang diamankan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com; Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru mengamankan satu truk pembawa kayu keras tanpa dokumen yang sah.

Saat ini, barang bukti dan supir masih dalam tahap pemeriksaan, di Kantor Gakkum Pekanbaru, Selasa (8/1/2019).

Menurut Kepala Balai Gakkum KHLK Wilayah II Sumatera, Eduwar Hutapea, pengintaian pembawa kayu tersebut dilakukan sejak Sabtu (5/1/2019) lalu.

Baca: VIDEO: Petugas Dishub Kota Pekanbaru Mulai Tertibkan Lampu PJU Ilegal

"Kita turun ke lapangan dan mengikuti satu buah kendaraan, dan ternyata (setelah diperiksa) memang tidak disertai dengan dokumen perjalanan, bahkan si supir juga tidak mengetahui asal-usul dari kayu, tapi yang jelas mengakui kayu ini diangkut dari Desa Mentulik," ujar pria yang akrab disapa Edo tersebut.

Dijelaskannya, kayu-kayu itu sebelumnya dimuat pada hari Sabtu malam.

"Kita melakukan Pengamanan pada hari Minggu jam 05.30 WIB, mengamankan satu unit kendaraan berikut 47 kayu bulat dengan berbagai ukuran dengan rata-rata panjangnya empat meter, setelah kita lakukan pemeriksaan yang bersangkutan, si supir saudara I, beliau mengatakan bahwa kayu ini milik seseorang yang pada saat ini sedang kami lakukan pengembangan kebenarannya," tambahnya.

Masih menurut Edo, pihaknya masih melakukan penelitian jenis kayu yang diamankan tersebut, namun sekilas adalah kelompok Meranti dan jenis kayu keras lainnya.

"Rencananya kayu ini akan dibawa ke Pekanbaru, sebelum menuju Pekanbaru kita sudah melakukan pencegatan," katanya lagi.

Baca: BBPOM Pekanbaru Musnahkan Produk Pangan dan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 3,8 Miliar

Dari hasil pemeriksaan, supir tidak mengetahui tempat tujuan kayu yang diantar karena ia akan diberitahu saat setelah sampai di Jembatan Penyeberangan Sungai Kampar.

Diakui I, ia sudah 10 kali mengangkut sejak 3 bulan terakhir dengan upah Rp 500 ribu sekali angkut dari Desa Mantulik ke Pekanbaru.

"Kalau ia tidak bisa membuktikan kalau kayu ini berasal dari tanah hak maka ia akan dikenakan hukuman pidana, hukumannya bisa mencapai 10 tahun," kata Edo.(*)

Penulis: TheoRizky
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved