Tembilahan

Diduga Telah Terjadi Malpraktik Di UPT Puskesmas Ini, Dinkes Inhil Bentuk Tim Invenstigasi

mengungkapkan fakta dugaan malpraktik yang dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan di sebuah UPT Puskesmas di Kabupaten Inhil.

Diduga Telah Terjadi Malpraktik Di UPT Puskesmas Ini, Dinkes Inhil Bentuk Tim Invenstigasi
Tribunpekanbaru/T_Muhammad_Fadhli
Massa aksi mahasiswa menuntut revolusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Inhil saat ditemui langsung oleh Kepala Dinkes Inhil, Zainal Arifin di Aula Wijaya Kusuma Dinkes Inhil, Senin (7/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN –  Massa mahasiswa dari berbagai organisasi di Kabupaten Inhil yang menggelar aksi menuntut revolusi pelayanan kesehatan di Inhil mengungkapkan fakta dugaan malpraktik yang dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan di sebuah UPT Puskesmas di Kabupaten Inhil.

Seorang perwakilan mahasiswa menjelaskan kronologis buruknya pelayanan kesehatan yang terjadi kepada masyarakat yang juga menimpa keluarga dari mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut.

Dalam kronologinya mahasiswa mengatakan, pada awalnya keluarganya tersebut batuk darah sehingga dibawa berobat ke UPT Puskesmas Tembilahan Hulu.

Baca: Tuntut Revolusi Kesehatan di Inhil, Mahasiswa Geruduk Kantor Dinkes Inhil

Namum pada saat tiba di Puskesmas dan berobat, oknum petugas kesehatan langsung memberikan obat tanpa terlebih dahulu memeriksa atau mengecek sang pasien.

“Kami yang bukan mahasiswa kesehatan saja tau hal itu tidak wajar, kok datang langsung tau obatnya. Ada tiga obat, selanjutnya pulanglah kakak kami tadi dan mengkonsunsi obat,” jelasnya saat ditemui langsung oleh Kepala Dinkes Inhil, Zainal Arifin di Aula Wijaya Kusuma Dinkes Inhil, Senin (7/1/2019).

Selanjutnya setelah satu obat dimakan, timbul gejala sakit dan tumbang, keluarga yang tidak berani dan kecewa dengan pelayanan di Puskesmas tersebut, meminta rujukan ke Puskesmas Gajah Mada agar dirawat di RSUD Puri Husada.

Baca: Perekaman e-KTP di Inhil Berlanjut 2019, Disdukpencapil Jemput Bola di 15 Kecamatan

“Akhirnya dirawat inap dan diagnosa salah satunya maag akut karena obat yang dikasih itu salah, datang penyakit baru karena obat tadi dan dirawat 3 hari di RSUD Puri Husada,” ujarnya.

Tidak hanya kesalahan obat, menurut pihak keluarga, saat diminta rekam medisnya ternyata keterangan obat 450 mg dan diberikan kepada pasien 2 kali lipat yaitu 900 mg.

“Pada tanggal 31 desember 2018 saya datang ke UPT untuk meminta surat rekam medisnya. Saya melihat banyak kejanggalan, golongan darah O jadi A, banyak yang tidak ada direkam medis dilakukan dan tertulis alergi obat. Kita yang bukan petugas tentu tau, karena memang dosisnya tinggi. Sudah salah obat dosisnya dua kali lipat itu tidak manusiawi lagi pak. Standart operasional pekerjaan (SOP) yang tidak dijalankan dan kelalaian sehingga obat yang diberikan salah,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved