Liga 2

PSPS Riau Terpilih Tim Paling Fair Play di Liga 2 Musim 2018

Tim PSPS Riau tetap bisa berbangga karena terpilih sebagai tim paling fair play selama pelaksanaan Liga 2 Liga Indonesia 2019

PSPS Riau Terpilih Tim Paling Fair Play di Liga 2 Musim 2018
TribunPekanbaru/Rino Syahril
PSPS Riau Terima Trofi Tim Paling Fair Play Liga 2 Musim 2018 

 
Laporan : Rino Syahril

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meski gagal melaju ke Liga 1 dan kandas di babak 8 besar Liga 2 musim 2018, Tim sepakbola kebanggaan Riau PSPS Riau tetap bisa berbangga karena terpilih sebagai tim paling fair play selama pelaksanaan Liga 2 Liga Indonesia 2018.

Penghargaan itu adalah yang ketiga kali diterima oleh tim berjulukan Asykar Bertuah tersebut.

Menurut Media and Public Relation PT  Liga Indonesia Baru (LIB), Hanif Marjuni pemberian penghargaan dilakukan berdasarkan penilaian jumlah akumulasi kartu kuning maupun merah yang diterima selama musim kompetisi berjalan.'PSPS Riau terpilih berdasarkan penilaian dari tim kompetisi PT LIB. Karena jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima selama satu musim.

Terkait hal itu, Media Officer dan Humas PSPS Riau Muhammad Teza Taufik kepada Tribun, Selasa (8/1) menyampaikan, PSPS Riau dari seluruh tim yang berlaga di Liga 2 memang paling sedikit diganjar kartu."Dari catatan kita, memang musim ini kita hanya menerima 23 kartu kuning dan 1 kartu merah saja,"ujar Teza.

Jadi bagi PSPS Riau, ditengah kondisi musim yang berat, penghargaan ini memang ibarat penghibur. "Sebelumnya, tahun 2008 dan 2012 penghargaan yang sama juga kita terima."Penghargaan ini sedikit menjadi penghibur kita dikompetisi tahun ini. Kita bangga bisa meraih penghargaan ini dan membawa trofinya ke tanah bumi lancang kuning lagi," ucap Teza.

Seperti diketahui PSPS Riau menutup musim kompetisi Liga 2 Liga Indonesia Wilayah Barat tahun 2018 lalu dengan menghuni peringkat 6 klasemen akhir. Dari 22 laga dalam semusim, PSPS mengumpulkan 31 poin dari 8 kali menang, 7 kali seri dan 7 kali kalah. PSPS berjarak empat poin dari Persita Tangerang, penghuni peringkat empat yang lolos ke babak playoff.

Saat liga berakhir musim lalu, tim langsung bubar sendiri pasca pertandingan melawan PSIR Rembang. Ofisial dan pemain pulang ke kampung halaman masing-masing. Tak ada seremonial khusus untuk pembubaran tim dibuat. (rsy)

Penulis: Rino Syahril
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved