Berita Riau

VIDEO: Gakkum LHK Riau Amankan Satu Truk Pembawa Kayu Ilegal dari Desa Mentulik Kampar

Pihak Gakkum LHK Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru mengamankan satu truk pembawa kayu jenis kayu ker

Laporan Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru mengamankan satu truk pembawa kayu jenis kayu keras.

Saat ini, barang bukti dan tersangka masih dalam tahap pemeriksaan, di Kantor Gakkum LHK Pekanbaru, Selasa (8/1/2019).

Menurut Kepala Balai Gakkum KHLK Wilayah II Sumatera, Eduwar Hutapea, pengintaikan pembawa kayu tersebut dilakukan sejak Hari Sabtu (5/1/2019) lalu.

"kita turun ke lapangan dan mengikuti satu buah kendaraan, dan ternyata (setelah diperiksa) memang tidak disertai dengan dokumen perjalanan, bahkan si supir juga tidak mengetahui asal-usul dari kayu, tapi yang jelas mengakui kayu ini diangkut dari Desa Mentulik," ujar pria yang akrab disapa Edo tersebut.

Baca: Kaya Raya dan Sudah Kelilingi 120 Negara, Terungkap Inilah Sumber Kekayaan Keluarga Gen Halilintar

Baca: Minum Air Lemon Dicampur Madu di Pagi Hari, Jangan Kaget! Ini Manfaat Luar Biasa yang Dirasakan

Dijelaskannya, kayu-kayu itu sebelumnya dimuat pada hari Sabtu malam.

"Kita melakukan Pengamanan pada hari Minggu jam 05.30 WIB, mengamankan satu unit kendaraan berikut 47 kayu bulat dengan berbagai ukuran dengan rata-rata panjangnya empat meter." katanya.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan yang bersangkutan, si supir saudara I, beliau mengatakan bahwa kayu ini milik seseorang yang pada saat ini sedang kami lakukan pengembangan kebenarannya," tambahnya.

Masih menurut Edo, pihaknya masih melakukan penelitian jenis kayu yang diamankan tersebut, namun sekilas adalah kelompok Meranti dan jenis kayu keras lainnya.

Baca: Untung Rugi Belanja Online

"Rencananya kayu ini akan dibawa ke Pekanbaru, sebelum menuju Pekanbaru kita sudah melakukan pencegatan," katanya lagi.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka tidak mengetahui tempat tujuan kayu yang diantar karena ia akan diberitahu saat setelah sampai di Jembatan Penyeberangan Sungai Kampar.

Diakui I, ia sudah 10 Kali mengangkut sejak 3 bulan kebelakang dengan upah Rp 500 ribu sekali angkut dari Desa Mantulik ke Pekanbaru.

"Kalau ia tidak bisa membuktikan kalau kayu ini berasal dari tanah hak maka ia akan dikenakan hukuman pidana, hukumannya bisa mencapai 10 tahun," kata Edo

Penulis: TheoRizky
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved