Rokan Hulu

BPJS Kesehatan Rohul Pastikan Tak Satupun Rumah Sakit di Rohul Putus Kerjasama

Jadi peserta BPJS di Rohul tidak perlu khawatir karena kita masih bekerjasama dengan rumah sakit di Rohul

BPJS Kesehatan Rohul Pastikan Tak Satupun Rumah Sakit di Rohul Putus Kerjasama
tribunpekanbaru/donnykusumaputra
BPJS Kesehatan Rohul Pastikan Tak Satupun Rumah Sakit di Rohul Putus Kerjasama 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Masyarakat yang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mulai resah terkait banyaknya berita rumah sakit yang tidak lagi melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Rohul, Wielya Astriani memastikan tidak ada satupun rumah sakit di Rohul yang putus kerjasama di tahun 2019, karena belum terakreditasi.

"Jadi peserta BPJS di Rohul tidak perlu khawatir karena kita masih bekerjasama dengan rumah sakit di Rohul," katanya, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, berdasarkan Surat dari Kementrian Kesehatan RI, empat rumah sakit di Rohul yang menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) pada tahun 2018, masih direkomendasikan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pada tahun 2019 ini, karena sudah berstatus ter akreditasi.

"Ada 4 rumah sakit FKPL kita, masing-masing RSUD Rohul, Rumah Sakit Al- Zahra, RSS.Surya Insani dan RS. Awal Bros Ujung Batu. Alhamdulillah semuanya direkomendasikan dan tidak ada yang putus kerjasama," terangnya.

Baca: Sekjen Persi Riau Sebut Belum Ada Pemutusan Kerjasama Rumah Sakit dengan BPJS Kesehatan

Baca: BPJS Kesehatan Sebut Tidak Ada Pemutusan Kerjasama dengan Pihak Rumah Sakit di Riau

Lebih lanjut dijelaskanya, tahun 2019 ini, akreditasi memang menjadi syarat wajib bagi rumah sakit yang ingin bekerjasama dengan BPJS.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No 71 Th 2013 Tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional yang di revisi menjadi Permenkes No 99 Th 2015, mengenai persyaratan sertifikasi akreditasi Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang bekerja sama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Untuk itulah, tambahnya, seluruh faskes diwajibkan untuk memiliki sertifikat akreditasi.

Dalam pasal 41 ayat (1), rumah sakit melakukan pembaruan akreditasi dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak BPJS Kesehatan mulai berjalan.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved