Sampaikan Eksepsi, Penasehat Hukum 3 Dokter di Pekanbaru Sebut JPU Tidak Cermat

Menurutnya, dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.

Sampaikan Eksepsi, Penasehat Hukum 3 Dokter di Pekanbaru Sebut JPU Tidak Cermat
tribunpekanbaru/RizkyArmanda
Ruang sidang terkait kasus dugaan korupsi yang dilakukan 3 dokter RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tampak dipenuhi oleh pengunjung, Rabu (9/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Penasehat Hukum (PH) 3 orang dokter terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Firdaus Azis menyampaikan poin-poin eksepsi yang diajukan pihaknya.

Menurutnya, dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.

Pertama katanya, JPU mempersamakan First In First Out (Fifo) yang merupakan administrasi umum berupa resep, dengan dokumen pengadaan.

Bahkan disebutkan di situ ada harga barang.

"Padahal tidak ada di resep tertulis itu adalah dokumen pengadaan barang dan ada harganya, yang ada harga itu nanti di pengadaan barang," katanya, Rabu (9/1/2019) sore saat ditemui usai sidang.

Kemudian memperlakukan peraturan.

Dimana peraturan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dalam hal ini RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, diterapkan peraturan secara spesialistik atau lex spesialis.

Baca: Sidang Lanjutan 3 Dokter RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Rekan Sejawat Padati Ruang Sidang

Baca: Tiga Orang Dokter Gugat BLUD RSUD Arifin Achmad, Segera Jalani Persidangan di PN Pekanbaru

"Bahwa peraturan pengadaan barang pada umumnya, tidak boleh dipakai atau tidak bisa dipakai dalam perkara ini," ungkapnya.

"Ada Perpres nomor 54 tahun 2010 itu disamakan dengan PP nomor 23 tahun 2004 tentang pengadaan barang di BLUD. Kemudian ada peraturan tersendiri dari Permendagri nomor 61 tahun 2007 bahwa terdapat fleksibilitas dalam pengadaan di BLUD," sambung Firdaus lagi.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved