Pengurangan Layanan Bagasi Gratis Diduga Kuat Akal-akalan Cari Untung

Kementrian Perhubungan perlu mengawasi sejumlah perusahaan maskapai penerbangan yang mengurangi bagasi gratis tanpa diiringi dengan penurunan harga ti

Pengurangan Layanan Bagasi Gratis Diduga Kuat Akal-akalan Cari Untung
The Huffington Post
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Kebijakan menghapus bagasi gratis 20 kg oleh maskapai penerbangan menuai penolakan dari penumpang.

Penggunakan moda transportasi udara ini tidak setuju jika harus mengeluarkan biaya tambahan untuk barang bawaan mereka yang selama ini gratis.

Bagaimana pengamat kebijakan publik melihat penghapusan bagasi gratis ini?

Berikut analisa Dr Elviandri, Pengamat Kebijakan Publik Riau seperti disampaikan pada Tribunpekanbaru.com.

Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan perlu mengawasi sejumlah perusahaan maskapai penerbangan yang mengurangi bagasi gratis tanpa diiringi dengan penurunan harga tiket.

Sebab, kebijakan tersebut diduga kuat sebagai akal-akalan pihak maskapai penerbangan mengambil untung.

Baca: Kekhawatiran Asita Riau Saat Kebijakan Bagasi Gratis Dihapus dan Rencana Travel Agen Tiru Tahun 1990

Baca: Lion Air Terapkan Bagasi Berbayar, Ini Cara Penumpang Menyiasati Bila Terpaksa Pergi Naik Pesawat

Baca: Harga Tiket Penerbangan Domestik Lebih Mahal? Ini Respon Garuda Indonesia Pekanbaru

Idealnya, dengan mengurangi layanan bagasi gratis dan tingginya harga tiket, pelayanan lain seperti kenyamanan dan keselamatan terhadap penumpang juga harus ditingkatkan.

Selama ini, masih banyak maskapai yang mengesampingkan pelayanan dan keselamatan ke penumpang.

Hal itu tampak dengan seringnya pemberitaan terkait keluhan penumpang yang merasa rugi lantaran maskapai kerap melakukan penundaan jadwal terbang.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved