Putranya Tewas Ditabrak Mercy & Terdakwa Dituntut 5 Tahun, Suharto Malah Minta Iwan Dibebaskan

Suharto mengatakan, keluarga sudah mengikhlaskan peristiwa yang membuat anaknya meninggal pada Agustus 2018 lalu.

Putranya Tewas Ditabrak Mercy & Terdakwa Dituntut 5 Tahun, Suharto Malah Minta Iwan Dibebaskan
Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi
Terdakwa Iwan Adranacus keluar dari ruang sidang setelah mendengar dakwaan jaksa penuntut umum Kejari Solo di Pengadilan Negeri Solo, Selasa (6/11/2018). 

Adapun sebelumnya, dalam sidang kasus pemilik mobil Mercedes Benz tabrak pemotor, Selasa (8/1/2019), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Titik Maryani dan Satriawan Sulaksono menuntut terdakwa Iwan dengan hukuman lima tahun penjara.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pernyataan mengejutkan datang dari ayah kandung korban Eko Prasetio (28), Suharto, dalam sidang pembelaan terdakwa Iwan Adranacus, di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).

Dalam sidang tersebut, Suharto meminta Majelis Hakim Krosbin Lumbangaul untuk membebaskan terdakwa Iwan Adranacus dari segala tuntutan hukum.

Suharto mengatakan, keluarga sudah mengikhlaskan peristiwa yang membuat anaknya meninggal pada Agustus 2018 lalu.

Sehingga, dalam sidang tersebut, ia memohon agar majelis hakim membebaskan terdakwa.

"Kami memohon agar majelis hakim membebaskan Pak Iwan. Keluarga sudah ikhlas," kata Suharto.

Kuasa hukum Iwan Adranacus, Joko Haryadi mengatakan, tuntutan JPU terhadap terdakwa Iwan tidak terbukti.

Sebab, unsur kesengajaan tidak bisa dibuktikan oleh JPU.

"Kalau memang itu sengaja untuk membunuh seseorang dengan niatan membunuh mestinya itu dilakukan sedini mungkin, tidak harus menunggu waktu dan tempat yang dekat kantor polisi. Itu saat berhadap-hadapan sudah bisa melakukan pembunuhan kalau memang itu ada unsur pembunuhan," kata Joko.

Baca: VIDEO: Diduga Dijodohkan, Pengantin Wanita Menangis Minta Pulang

Baca: Pasca Tewasnya Kontraktor Flyover Pasar Pagi Arengka, Dinas PU Riau Pastikan Pekerjaan Tetap Jalan

Baca: VIDEO: Dihadapan Ayat Cahyadi, Para Satpam di Pekanbaru Unjuk Kebolehan Beladiri

"Penyebab meninggalnya korban murni karena kecelakaan lalu lintas. Sehingga selama terdakwa memberikan bantuan kepada pihak keluarga itu sudah cukup selesai. Tidak perlu harus proses sidang seperti sekarang," tambah dia.

Halaman
123
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved