Tekno

Terusik Oleh Telepon atau SMS Masuk Seperti Ini, Segera Lapor Dan Minta BRTI Blok Nomor Si Penelpon

Pelanggan jasa telekomunikasi dapat melaporkan panggilan dan/atau pesan yang bersifat mengganggu dan/atau tidak dikehendaki (spam call and/or message)

Terusik Oleh Telepon atau SMS Masuk Seperti Ini, Segera Lapor Dan Minta BRTI Blok Nomor Si Penelpon
istimewa
Ilustrasi SMS penipuan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia atau BRTI memblokir nomor kartu SIM telepon seluler yang terindikasi disalahgunakan untuk penipuan

Modus penipuan dilakukan dengan cara memanipulasi nomor customer service bank di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Respons cepat itu diambil BRTI setelah menerima aduan masyarakat dan melakukan pemantauan terhadap peredaran video yang viral dalam berbagai grup WA. 

Baca: Rilis 20 Februari 2019, Samsung Galaxy S10 Jadi Smartphone Pertama Dengan RAM 12 GB dan Memori 1 TB

Baca: Detil Spek Samsung Galaxy S10 Versi Murah Terungkap, Tetap Memakai Chipset Andalan Snapdragon 855

Video itu berisi tentang manipulasi nomor customer service pada ATM salah satu Bank BUMN di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

"Setelah beberapa hari terakhir beredar viral dalam berbagai grup WA, soal video indikasi penipuan itu, kami ingin cepat tanggap terhadap pengaduan masyarakat,” tegas Ketua BRTI Ismail di Jakarta, Kamis (03/01/2018).

Menurut Ismail yang juga menjabat Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, langkah cepat diambil sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap masyarakat. 

"BRTI telah melakukan koordinasi dengan bank cabang setempat serta dengan operator seluler."

Baca: Kursi Untuk Gamer Ini Harganya Setara Dengan Toyota Innova, Apa Saja Kelebihannya?

Baca: IMEI Ponsel Akan Divalidasi Jika BM Tak Bisa Digunakan, Xiaomi Indonesia Mulai Tolak Servis Hape BM

"Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak masuknya pengaduan, nomor yang diindikasikan melakukan penipuan tersebut telah diblokir oleh operator telekomunikasi yang bersangkutan," jelas Ismail seperti dilansir dari situs resmi Kominfo (3/1/2019).

Ketua BRTI menjelaskan, dasar pemblokiran sesuai dengan Ketetapan (TAP) BRTI Nomor: 04 Tahun 2018 tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi, Ketetapan itu berlaku terhitung sejak tanggal 10 Desember 2018.

"Penyalahgunaan jasa telekomunikasi tersebut perlu ditangani dengan cepat dan terintegrasi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap tujuan dan manfaat dari proses registrasi pelanggan jasa telekomunikasi terjaga dengan baik, dengan tidak mengabaikan hak-hak pelanggan jasa telekomunikasi," jelasnya. 

Baca: Banyak Keluhan,Hati-hati Ajukan Pinjaman Online, Ini Daftar Fintech Yang Sudah Disetujui Oleh OJK

Baca: Heboh PUBG & 9 Game Online Lainnya Diblokir, Kominfo: Itu Murni Hoax

TAP BRTI Nomor 4/2018 yang dikeluarkan  tanggal 30 November 2018 itu mengatur sanksi atas penyalahgunaan jasa telekomunikasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Untuk perlindungan pengguna jasa telekomunikasi, BRTI dan Kementerian Kominfo mengimbau kepada seluruh pengguna jasa yang mengetahui atau mengalami penipuan untuk segera melakukan pengaduan ke BRTI melalui helpdesk atau akun twitter @aduanBRTI.

Pelanggan jasa telekomunikasi dapat melaporkan panggilan dan/atau pesan yang bersifat mengganggu dan/atau tidak dikehendaki (spam call and/or message).

Hal itu juga termasuk aktifitas yang diindikasikan penipuan dalam berbagai bentuknya. 

Baik itu berupa permintaan untuk segera mengurus pembayaran transaksi tertentu, transfer uang atau informasi pelanggan menjadi pemenang kuis/undian.

Adapun alur pengaduan pelanggan sesuai dengan alur sebagai berikut: 

Kominfo : Alur penanganan pengaduan penipuan

Sebelumnya , sebagai pemilik ponsel, pastilah Anda sudah sering menerima berbagai pesan yang jelas terlihat merupakan penipuan.

Salah satu contoh penipuan yang kerap mampir di ponsel kita adalah dalam bentuk layanan pesan singkat alias SMS.

Macam-macam bentuknya, mulai dari pengumuman bahwa Anda memenangkan undian berhadiah yang tak pernah Anda ikuti hingga arahan untuk mengirimkan sejumlah uang kepada nomor rekening tertentu.

Untuk jenis penipuan melalui SMS yang meminta Anda mengirimkan uang dengan transfer ke rekening yang telah tertera, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapinya dengan serius.
Halaman
12
Editor: CandraDani
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved