Berita Riau

VIDEO: Kepesertaan Masyarakat Riau Terhadap BPJS Kesehatan Masih Minim

"Untuk Provinsi Riau kepesertaan BPJS masih rendah. Kita melihat, hal ini juga dikarenakan ketidakmampuan sebagian masyarakat untuk

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Keikutsertaan masyarakat dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dinilai masih kurang. Karena jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan masih dibawah rata-rata nasional.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Sumbagteng dan Jambi, hingga Desember 2018, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Provinsi Riau masih sebanyak 69,02 persen, atau dengan angka 4.150.411 orang.

Sementara itu, jumlah penduduk di Riau tercatat sebanyak 6.013.651 jiwa, yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi, Siswandi mengatakan, selain masih kurangnya kesadaran masyarakat, penyebab kepesertaan BPJS masih minim juga dikarenakan ketidakmampuan masyarakat untuk membayar premi.

"Untuk Provinsi Riau kepesertaan BPJS masih rendah. Kita melihat, hal ini juga dikarenakan ketidakmampuan sebagian masyarakat untuk membayar premi," kata Siswandi, saat menerima kunjungan menejemen Tribun Pekanbaru di kantornya yang berlokasi di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (11/1).

BACA JUGA:

Terbanyak di Riau, Sekitar 48 Persen Masyarakat Rokan Hulu Belum Ikut BPJS Kesehatan

Sekjen Persi Riau Sebut Belum Ada Pemutusan Kerjasama Rumah Sakit dengan BPJS Kesehatan

BPJSTK Wilayah Sumbarriau Sudah Realisasikan Pembayaran Klaim Sebesar Rp 1,5 Triliun

Pendaftaran BPJS Kesehatan Terakhir 1 Januari 2019, Ini Sanksi bagi yang Belum Daftar

UPDATE Perusakan Baliho di Pekanbaru, Partai Demokrat Akan Beri Bantuan Hukum pada Pelaku

Oleh karena itu, dikatakan Siswandi, perlu peran serta pemerintah untuk menganggarkan untuk hal itu, sehingga masyarakat yang tidak mampu bisa ikut serta BPJS Kesehatan tersebut.

Selain itu, fasilitas di rumah sakit daerah, menurut Siswandi juga mempengaruhi masyarakat untuk ikut serta dalam BPJS Kesehatan.

"Misalnya kelengkapan dan fasilitas rumah sakit di daerah yang masih belum lengkap, membuat masyarakat enggan untuk ikut serta BPJS di daerah," ulasnya.

Dari 12 kabupaten/kota di Riau, bahkan ada di antaranya daerah yang masyarakatnya masih 48 persen yang belum ikut serta BPJS Kesehatan, yakni di Rokan Hulu. Selanjutnya disusul Rokan Hilir yang berjumlah 45 persen masyarakatnya yang belum ikut serta.

Pembantai Burung Rangkong di Kuansing Riau Ditangkap, Pelaku dari Luar Daerah Tak Kantongi Identitas

Masih Kuliah, Oknum Mahasiswi yang Jadi Muncikari di Pontianak Pasang Tarif Segini pada Pelanggan

Pakar Media Sosial Nukman Luthfie Meninggal Dunia, Ucapan Duka Mengalir

Ustadz Arifin Ilham Tulis Pesan Tentang Kematian di Facebook, Banjir Doa dan Bikin Nangis

"Kemudian Siak 37 persen yang belum, selanjutnya Kuantan Singingi yang berjumlah 35 persen masyarakatnya yang belum ikut serta BPJS," ujarnya.

Setelah itu, Indragiri Hilir 25,87 persen, disusul kemudian Pelalawan 25,58 persen, Indragiri Hulu 25,11 persen, Bengkalis 24,97 persen, Kampar 21,09 persen, Dumai 16,29 persen.

Disusul kemudian Meranti 15,89 persen, dan yang kepesertaan BPJS yang tertinggi adalah Pekanbaru, dengan jumlah masyarakat yang belum ikut serta berjumlah 13,20 persen.

Oleh karena itu, Siswandi mengharapkan tahun 2019 ini masyarakat di Riau secara keseluruhan sudah memiliki jaminan.

"Kuta harapkan ada kesadaran serta peran serta pemerintah, untuk mendorong dan memastikan masyarakatnya sudah terdaftar di BPJS Kesehatan untuk tahun 2019 ini," tuturnya.

Penulis: Alex
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved