Berita Riau

ATRAKSI Lumba-lumba di Pekanbaru dapat Penolakan Pecinta Satwa, Ini Kata Pengelola Acara

Atraksi lumba-lumba yang digelar di depan kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru dapat penolakan pecinta satwa, ini kata pengelola acara

ATRAKSI Lumba-lumba di Pekanbaru dapat Penolakan Pecinta Satwa, Ini Kata Pengelola Acara
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
ATRAKSI Lumba-lumba di Pekanbaru dapat Penolakan Pecinta Satwa, Ini Kata Pengelola Acara 

ATRAKSI Lumba-lumba di Pekanbaru dapat Penolakan Pecinta Satwa, Ini Kata Pengelola Acara

Laporan Fotografer Tribun Pekanbaru, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Atraksi lumba-lumba yang digelar di depan kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru dapat penolakan pecinta satwa, ini kata pengelola acara.

Sejumlah masyarakat pecinta satwa menggelar aksi menolak pertunjukan atraksi atau pentas lumba-lumba dan aneka satwa, tak jauh dari arena tempat berlangsungnya pertunjukan.

Dalam aksinya, belasan massa tersebut membawa spanduk yang isinya mengecam eksploitasi terhadap satwa.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi Dara Riau hingga Putri Pariwisata Ekonomi Kreatif Indonesia

Baca: KISAH Cewek Cantik dan Imut Asal Pekanbaru, Putus Kuliah hingga Jadi Seorang Pengusaha Dessertbox

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi FDJ, Hindari Godaan hingga Pergaulan Bebas dan Dunia Malam

Menurut Koordinator Aksi, Ridho Illahi kepada Tribunpekanbaru.com pada Senin (14/1/2019) menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan edukasi agar masyarakat tidak ikut serta mendukung ekploitasi hewan.

ATRAKSI Lumba-lumba di Pekanbaru dapat Penolakan Pecinta Satwa, Ini Kata Pengelola Acara
ATRAKSI Lumba-lumba di Pekanbaru dapat Penolakan Pecinta Satwa, Ini Kata Pengelola Acara (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

"Ke depannya semoga tidak ada lagi atraksi atau sirkus satwa karena negara Indonesia adalah negara terakhir yang menggunakan sirkus satwa," ujar Ridho  

Senada dengan Ridho, seorang pesarta aksi bernama Violetta Hasan Noor menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian untuk mengajak masyarakat di Pekanbaru supaya tidak terlibat mengikuti pertunjukan lumba-lumba.

"Karena mereka tidak tahu bagaimana lumba-lumba dilatih yang intinya adalah ekploitasi. Pada pinsipnya kami masyarakat Riau yang mencintai satwa tidak akan berhenti menyuarakan ini sampai benar-benar tidak ada lagi eksploitasi terhadap lumba-lumba maupun hewan lainnya," ujar wanita yang akrab disapa Vivi tersebut.

Dijelaskannya, salah satu cara yang tepat untuk menghentikan eksploitasi ini adalah mengedukasi masyarakat.

Halaman
123
Penulis: TheoRizky
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved