Incar Pasar Kaum Millenial, History Cafe Tawarkan Suasana Serasa di Rumah

Berbagai usaha kuliner terus bermunculan di kota Pekanbaru, karena memang menjadi salah satu yang cukup digandrungi masyarakat khususnya kawula muda.

Incar Pasar Kaum Millenial, History Cafe Tawarkan Suasana Serasa di Rumah
Tribun Pekanbaru/Hendri Gusmulyadi
Suguhan minum ini adanya di History Cafe. Paling mahal hanya sekitar Rp 35 ribuan, bersama menu-menu unik lainnya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berbagai usaha kuliner terus bermunculan di kota Pekanbaru, karena memang menjadi salah satu yang cukup digandrungi masyarakat khususnya kawula muda.

Mengusung ide kreatif, History Cafe, turut meramaikan pasar kuliner Pekanbaru, tepatnya di Jalan Kapling, Pekanbaru.
Owner History Cafe, Reza, mengaku sengaja menampilkan kuliner dengan memadukan unsur lokal budaya melayu, bersama sentuhan kreatif, sehingga menjadikannya unik dan tetap mengandalkan rasa. 

"Salah satu menu yang kita punya yaitu minuman Underwater Siak. Ini menjadi minuman andalan kita, rasanya jeruk tapi dengan taburan jeli dan beberapa makanan kecil lainnya," kata Reza, saat berbincang bersama Tribun beberapa hari lalu.

Cafe tidak hanya sebagai lokasi bersantap, tapi juga bersantai. Selain mengandalkan suatu cafe mesti harus menawarkan sensasi yang berbeda dengan suasananya.

Seperti yang telah ia lakukan, di cafenya Reza menawarkan konsep yang disukai oleh pasar dan telah menjadi pertimbanbangan matangnya sebelum usahanya ini berjalan.

"Khususnya interior, cafe haruslah mampu memanjakan pengunjungnya, salah satunya dengan cara memadukan suasana rumah dengan tempat nongkrong,” bebernya.

Ia memang sengaja hadirkan beberapa tema, ada green park, di sana pengunjung bisa berfoto serta menawarkan konsep keasrian.

“Selanjutnya ada sweet girl, ada sofa untuk pengunjung, serta konsep home. Jadi pengunjung seperti merasakan rumah sendiri, dan tidak bosan," ulasnya.

Terkait segmen, konsumen yang ditargetkan, kaum millenial adalah sasaran utama. Namun segmen bisnis pun juga dilirik.

"Kalau kita lihat budaya masyarakat kota yang sibuk, tentu pertemuan di luar tak bisa dihindarkan. Selain itu kelompok millenial yang makin massif tentu juga membuka peluang," ujarnya.

Sedangkan untuk harga di History Cafe mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 35 ribu. Untuk menu, di sana juga cukup bervariasi, misalnya Milshake Anak Perawan, Nasi Tiga Warna, Nasi Ayam Jerit, dan lainnya. (dri)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved