Ini Kata Ketua GP Ansor Riau Soal Polemik Adanya Konsolidasi Kelompok Radikal di Riau

Ketua Umum menyampaikan itu untuk mengingatkan semua elemen masyarakat termasuk Presiden agar mewaspadai agenda dari kelompok itu

Ini Kata Ketua GP Ansor Riau Soal Polemik Adanya Konsolidasi Kelompok Radikal di Riau
Tribunpekanbaru/guruhbudiwibowo
Ketua GP Ansor Riau, Purwaji disaksikan oleh sejumlah Ormas dan OKP menyatakan sikap menyanggupi seluruh syarat yang diajukan oleh sejumlah Ormas dan OKP di Taman Cik Puan, Selatpanjang sebelum menggelar Kirab Satu Negeri, Senin (24/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Riau, Purwaji menjelaskan kepada masyarakat Riau untuk memahami secara luas pernyataan Ketua PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan Riau masuk dalam daerah konsolidasi kelompok radikalisme.

Karena akibat pernyataan dari Gus Yaqut beberapa hari lalu sempat banyak tanggapan dari masyarakat Riau.

Bahkan ada yang meminta agar Gus Yaqut meminta maaf karena menyebut Riau sebagai daerah tempat kelompok radikal.

"Pertama saya apresiasi pendapat dan masukan beberapa tokoh masyarakat di Riau terkait pernyataan Gus Yaqut. Tapi saya perlu klarifikasi dan meluruskan, pertama Gus Yaqut tidak pernah menyebut atau menjudge orang Riau radikal dan sarang radikal, "ujar Purwaji saat berbincang dengan Tribun Senin (14/1/2019).

Karena lanjut Purwaji, Gus Yaqut hanya mengatakan saat menghadap Presiden ada kelompok - kelompok radikal yang bekonsolidasi di beberapa daerah di Pulau jawa dan salah satunya di Riau yang ingin mendompleng pelaksanaan Pilpres 2019.

Baca: Taufik Arrahman: Pernyataan Ketum GP Ansor Bisa Hancurkan Ekonomi Riau

Baca: Tuntutan Ormas dan OKP di Meranti akan Disampaikan GP Ansor Riau ke GP Ansor Pusat

"Ketua Umum menyampaikan itu untuk mengingatkan semua elemen masyarakat termasuk Presiden agar mewaspadai agenda dari kelompok itu, "jelas Purwaji.

Tujuan utamanya lanjut Purwaji, supaya Pemilu ini berjalan aman damai dan yang terpenting adalah konsensus negara NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45, Pancasila bisa terjamin dan tidak terganggu dengan agenda kelompok ini.

"Ancaman radikal dan terorisme itu bukan fiksi menurut saya apalagi beberapa tahun terakhir yang terjadi di Riau,"jelas Purwaji.

Bahkan masih segar diingatan masyarakat Riau, ada orang - orang yang menyerang Mapolda pakai parang dan itu adalah sebuah kenekatan luar biasa.

Menurut Purwaji, siapapun orang Riau yang melihat saat itu tidak pernah menyangka ada orang seperti itu di Riau.

Halaman
12
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved