Taufik Arrahman: Pernyataan Ketum GP Ansor Bisa Hancurkan Ekonomi Riau

saat ini Pemprov Riau sedang gencar-gencarnya menarik investor dan mendongkrak kunjungan wisatawan dengan berbagai upaya.

Taufik Arrahman: Pernyataan Ketum GP Ansor Bisa Hancurkan Ekonomi Riau
Tribun Pekanbaru/Alex Sander
Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau, Taufik Arrakhman 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau Taufik Arrahman menilai pernyataan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan ada kelompok radikal di Riau, bakal meluluhlantahkan perekonomian Riau.

Pasalnya, pernyataan tersebut sama saja dengan menakut-nakuti investor dan wisatawan.

"Akibat pernyataan Ketum GP Ansor, investor takut tanamkan modalnya di Riau. Kemudian, wisatawan juga takut mendatangi tempat-tempat wisata. Ini berarti berbahaya untuk perekonomian Riau," ujar Taufik Arrahman, Senin (14/1/2019).

Sementara saat ini Pemprov Riau sedang gencar-gencarnya menarik investor dan mendongkrak kunjungan wisatawan dengan berbagai upaya.

Sebab, sektor tersebut lebih menjanjikan untuk pendapatan daerah ketimbang Migas.

Baca: Tuntutan Ormas dan OKP di Meranti akan Disampaikan GP Ansor Riau ke GP Ansor Pusat

Baca: GP Ansor Riau Sesalkan Penghadangan di Bengkalis, Ini Langkah yang Akan Diambil

"Saat Pemprov Riau kita sedang gencar-gencarnya menarik investor dan kunjungan wisatawan, malah ada yang menyatakan ada kelompok radikal di Riau," ujarnya.

Selain berdampak pada dunia usaha, statement Ketum Ansor juga sangat meresahkan warga Riau.

Warga Riau yang awalnya saling hidup berdampingan justru akan saling mencurigai.

"Saya imbau kepada warga Riau agar tidak mempercayai isu-usu yang dinilai memperpecah belah kerukunan warga Riau. Kita punya TNI, Polri dan perangkat daerah yang kompeten untuk dipercaya. Cukup lembaga-lembaga negara itu saja yang kita percayai, yang lain tidak usah," ujar Taufik.

Pasalnya, statement tersebut bisa meluluhlantakan perekonomian Riau.

"Pernyataan tersebut sama saja dengan menakut-nakuti investor dan wisatawan. Orang takut ke mall, ini berarti berbahaya untuk perekonomian Riau," ujar Taufik.(*)

Baca: Remaja 14 Tahun Rawat 2 Adik Balitanya, Putus Sekolah Setelah Ibu Wafat dan Ayah Pergi dari Rumah

Baca: Setelah Ditinggal Wafat Ibu dan Ayah Pergi, Gadis 14 Tahun Ini Seorang Diri Rawat 2 Adik Balitanya

 

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved