Restorasi Lahan Gambut Riau Dimulai Tahun Ini, BRG: Tahap Awal 143 Ha di Wilayah Konsesi Perusahaan

Berdasarkan peta indikatif restorasi gambut tahun 2016, ditetapkan ada sekitar 814.714 hektar wilayah target restorasi gambut di Riau.

Restorasi Lahan Gambut Riau Dimulai Tahun Ini, BRG: Tahap Awal 143 Ha di Wilayah Konsesi Perusahaan
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Tim gabungan masih berjibaku lakukan upaya pemadaman lahan gambut yang terbakar di Jalan Budi Arief, Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Selasa (14/8/2018). Lahan terbakar luasnya belum dapat dipastikan. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Pemulihan atau restorasi gambut pada wilayah konsesi di Riau, akan mulai dilakukan pada tahun 2019 ini.

Badan Restorasi Gambut (BRG) menyatakan, untuk tahap awal, akan dilakukan restorasi terhadap 143 hektar lahan gambut yang berada di wilayah konsesi perusahaan.

Pasalnya, berdasarkan peta indikatif restorasi gambut tahun 2016, ditetapkan ada sekitar 814.714 hektar wilayah target restorasi gambut di Riau.

37.567 hektar diantaranya berada di kawasan konservasi, 69.779 hektar berada di kawasan hutan atau pun areal penggunaan lain yang tidak dibebani izin.

Sedangkan 707.363 hektar, atau sekitar 87 persen dari total areal target restorasi ada di wilayah konsesi kehutanan atau perkebunan.

Angka ini terbesar dari target restorasi di wilayah atau kawasan lainnya.

Baca: Sekda Ungkap Tantangan Restorasi Gambut di Riau, Belum Ada Kata Sepakat Penguasa Lahan dan KHG

Baca: Restorasi Gambut di Riau Belum Maksimal, Jikalahari: BRG Harusnya Berani Lapor ke Presiden

Baca: BRG Restorasi 19.835 Ha Lahan Gambut di Riau, Basahi Gambut dengan Bangun Sekat Kanal dan Sumur Bor

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Dr. Myrna A. Safitri menjelaskan, restorasi gambut di wilayah konsesi merupakan tanggung jawab pemegang konsesi sendiri.

Sebagian besar mereka telah mendapatkan perintah untuk melakukan pemulihan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Sesuai Perpres 1/2016, BRG berfungsi melakukan supervisi atau asistensi teknis agar perusahaan dapat menjalankan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dengan benar," ujar Myrna dalam acara Press Briefing, bertema "Aksi Cepat Restorasi Gambut Untuk Cegah Karhutla Riau" di Pekanbaru, Jumat (18/1/2019).

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved