Sekda Ungkap Tantangan Restorasi Gambut di Riau, Belum Ada Kata Sepakat Penguasa Lahan dan KHG

Kegiatan restorasi belum berbasis kesatuan hidrologis gambut. Akibat belum sepakatnya para penguasa lahan pada KHG yang ada

Sekda Ungkap Tantangan Restorasi Gambut di Riau, Belum Ada Kata Sepakat Penguasa Lahan dan KHG
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Kepala BRG, Nazir Foead foto bersama dengan Wakil Wali Kota Dumai, Eko Suharjo dan perwakilan kelompok masyararakat dalam Kick Off Kegiatan Restorasi Gambut 2018 di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Kamis (20/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, sekaligus Ketua Tim Restorasi Daerah Ahmad Hijazi menyatakan, dalam strategi implementasi restorasi gambut di bumi Lancang Kuning, tim khusus memang sudah dibentuk.

Pembentukan tim khusus ini berdasarkan Keputusan Gubernur Riau nomor Kpts.931 tanggal 11 Desember 2017.

Dalam pelaksanaannya dijelaskan Hijazi, ada beberapa tantangan kegiatan restorasi gambut di Provinsi Riau.

Pertama katanya, kerusakan gambut yang berlangsung cepat, belum diimbangi dengan kegiatan restorasi.

"Kegiatan restorasi belum berbasis kesatuan hidrologis gambut. Akibat belum sepakatnya para penguasa lahan pada KHG yang ada," ungkapnya, Jumat (18/1/2019).

Baca: Restorasi Gambut di Riau Belum Maksimal, Jikalahari: BRG Harusnya Berani Lapor ke Presiden

Baca: BRG Restorasi 19.835 Ha Lahan Gambut di Riau, Basahi Gambut dengan Bangun Sekat Kanal dan Sumur Bor

Baca: VIDEO: Rp 49 Miliar Anggaran Untuk Restorasi Gambut di Riau

Baca: BRG Ungkap Inilah Penyebab Lahan Gambut Riau Rawan Terbakar, Ada Kaitannya dengan Kanal

Tantangan berikutnya adalah belum berjalannya supervisi restorasi gambut di kawasan berizin akibat belum terbangunnya protokol aliran data dari konsesi dan petunjuk teknis.

Kemudian, minimnya waktu persiapan pelaksanaan supervisi di kawasan berizin sejak diedarkannya surat dari Badan Restorasi Gambut (BRG) tentang pelaksanaan kegiatan supervisi restorasi gambut, nomor SE.3/SB/RENKUM/9/2018 tanggal 28 September 2018.

"Terakhir soal penguatan kapasitas pendamping antara lain pada penguasaan di lapangan dan data spasial," terangnya.

Ditambahkan Hijazi, meski demikian, Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PPIG) di Provinsi Riau tahun 2018, sudah dilakukan di 7 kabupaten/kota.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved