Bengkalis

Pemerintah Bengkalis Tingkatkan Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah, Ini Pesan Bupati

Pemerintah Bengkalis pada tahun 2019 ini meningkatkan anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah.

Pemerintah Bengkalis Tingkatkan Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah, Ini Pesan Bupati
Istimewa
Bupati Bengkalis Amril Mukminin berbicang dengan Kepala Kemenag Bengkalid Jumari beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Pemerintah Bengkalis pada tahun 2019 ini meningkatkan anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah di Bengkalis. Peningkatan bantuan kesejahteraan guru madrasah tersebut sebanyak 12, 83 persen dibandingkan tahun 2018 lalu. .

Hal ini diungkap Bupati Bengkalis Amril Mukminin Sabtu (19/1) akhir pekan kemarin. Menurut dia untuk tahun ini jumlah total anggaran bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah ini yang dianggarkan Bengkalis sebesar Rp20.278.200.000. Atau meningkat kurang lebih Rp2.305.800.000 dibanding tahun 2018 yang hanya sebesar Rp17.972.400.000.

Baca: Sekolah Panahan MAS Siapkan 20 Atlet Ikut Kejuaraan di Bukittinggi

Alokasi bantuan tersebut diperuntukan buat guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang akan menerima Rp 500.000 per bulan untuk 12 bulan. Dengan jumlah guru MDTA yang mendapatkannya sebanyak 2.050 orang dengan total anggaran Rp12.300.000.000.

Untuk guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan menerima Rp 500.000 per bulan. Jumlah guru MI yang akan menerima sebanyak 220 orang dengan total anggaran Rp1.320.000.000.

Untuk guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) bakal menerima Rp 500.000 per bulan. Dengan jumlah guru MTs yang akan menerima sebanyak 740 orang dengan total anggaran Rp 4.440.000.000.

Sedangkan untuk guru Madrasah Aliyah (MA) akan menerima Rp 500.000 per bulan. Dengan jumlah guru MA yang akan menerima sebanyak 450 orang dengan total anggaran Rp 2.700.000.000.

Meskipun belum diketahui kapan bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah se Kabupaten Bengkalis tahun 2019 mulai dibayarkan, namun Bupati Amril Mukminin sudah memberikan peringatan tidak boleh dipotong satu sen pun terhadap bantuan ke sejahteraan tersebut.

Peringatan keras ini disampaikan karena Amril sudah mendapat informasi bila bantuan nanti dibayarkan, sejumlah guru madrasah diminta dapat menyisihkannya sedikit guna dikumpulkan sebagai uang sumbangan suka rela untuk ucapan terima kasih. “Apapun dalihnya tak boleh diminta atau dipotong. Jangankan satu rupiah, satu sen pun tak boleh. Semua harus diterima guru madrasah secara utuh,” tegas Amril.

Baca: Pengurus TI Riau dan TI Kota Pekanbaru Dilantik Sekaligus

Amril menghimbau kepada guru madrasah atau masyarakat yang mengetahui jika nantinya ada oknum yang meminta atau memotong uang bantuan tersebut saat dibayarkan, agar segera melaporkan padanya. “Catat nama oknumnya, dimana, berapa besarnya potongan atau permintaan sumbangan yang harus diberikan. Laporkan pada kami, akan kami tindak tegas karena itu termasuk pungutan liar. Akan kita laporkan ke Tim Saber Pungli,” jelas Amril.

Selain itu, Amril juga minta para Camat, Kepala Desa dan Lurah di daerah ini untuk ikut memantau pembayaran bantuan kesejahteraan untuk guru madrasah tersebut nantinya. “Kami juga sudah instruksikan Camat, Kepala Desa dan Lurah untuk segera melaporkan pada kami bila mengetahui di wilayahnya adanya keluhan guru madrasah karena adanya pemotong atau permintaan sumbangan oleh pihak manapun. Termasuk jika ada yang meminta uang muka sebelum pembayaran,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved